43+ Baju Adat Bali Untuk Upacara Adat dan Pakaian Pengantin

Carakus Baju Adat Bali. Pakaian Bali memang menarik jika dilihat bak mengajak untuk  berpesta keraton. Siapa sangka baju tersebut memiliki filosofi yang banyak tidak diketahui oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat Bali sendiri.

Menurut masyarakat adat Bali yang memegang erat budaya Bali, filosofi tersebut datang dari tuhan Sang Hyang Widhi yang diyakini oleh penduduk asli pulau Dewata ini. Berdasarkan ajaran agama Hindu, pakaian adat Bali mengandung arti ketentraman dan kedamaian bagi penggunanya.

Jika kita berkunjung ke Pulau Dewata, berbagai jenis pakaian Bali pasti akan sering kita temui karena tidak asing untuk dipakai oleh para pemeran yang mempertontonkan sebuah pertunjukan disana, karena masyarakat Bali sangat memanfaatkan keadaan astronomi dari wisatanya yang terkenal.

Sejarah Baju Adat Bali

Baju Adat Bali

Bali yang juga terkenal dengan peninggalan-peninggalan sejarah kerajaan Hindu, sehingga sebagian masyarakatnya beragama non muslim. Peninggalan Hindu juga terletak pada rumah adat Bali, alat musik tradisional, tarian adatnya, serta budaya-budayanya rata-rata berbaur dengan agama Hindu.

Baju adat Bali memang terkesan menarik, sehingga pada zaman dahulu baju-baju adat tersebut hanya boleh digunakan bagi para bangsawan, keluarga kerajaan, menteri kerajaan dan orang-orang yang berdarah biru.

Jenis Baju Adat Provinsi Bali

Pakaian Adat Bali

Akan tetapi setelah kerajaan sudah terhapuskan dari provinsi Bali, maka masyarakat memutuskan untuk berhak bagi siapa saja memakai pakaian adat Bali tersebut.

Pakaian bali banyak digunakan untuk acara-acara penting seperti acara keagamaan, acara pernikahan dan acara-acara tertentu. Banyak sekali jenis baju khas Bali yang tak lain sebagai berikut:

Baju Payas Agung

Adat Provinsi Bali

Baju yang paling terkenal di Bali adalah baju Adat Payas Agung, karena pakaian ini sangat mewah dengan warna cerah sehingga orang yang melihatnya akan terpesona untuk berencana memakainya, Baju ini sering tampil dalam acara pernikahan dan acara adat seperti keagamaan.

Warna cerah mengartikan kegembiraan seseorang yang memakainya, serta baju adat Payas Agung ini memamerkan keindahan sang pemakainya. Payas Agung yang sekarang ini sudah menjadi agak berbeda dari pada pakaian Payas Agung pada zaman dahulu. Hal itu terjadi karena perkembangan zaman modern yang dimodifikasi dengan gaya modern namun tetap tidak menghilangkan ciri khas baju khas Bali.

Baju Payas Alit

Adat Provinsi Bali

Baju Alit merupakan baju khas Bali yang memiliki aturan dalam pemakaiannya yaitu:

  • Baju Pria: Biasanya kostum yang digunakan oleh para lelaki berupa baju, selempot, wastra, sabuk, alas kaki.
  • Baju Perempuan: Sedangkan para wanita adat sering menggunakan kostum seperti baju ( tidak diwajibkan kebaya), senteng, kain, stagen/sabuk, dan alas kaki. Adapun jika tidak memakai kebaya juga diperbolehkan hanya memakai Senteng.
  • Anak: Khusus bagi anak-anak yang belum cukup umur, tidak diperkenankan untuk memakai baju akan tetapi juga diperbolehkan dalam mengikuti acara dengan baju alit ini.

Baju Payas Jangkep

Adat Provinsi Bali

Kata Jangkep berati “Lengkap” Baju adat bali ini sering menjadi pakaian utama dari segenap acara-acara penting terutama acara pernikahan. Baju dari kaum adam dan kaum hawa harus mengikuti lengkap pakaiannya yaitu:

  • Baju Pria: Baju bali pria ini terdiri atas Destar, Kuaca (baju kemeja, lengan pendek, lengan panjang, jas), Kampuh + umpal, Wastra + lembaran, Sabuk, Alas kaki (optional), Keris (optional).
  • Baju Wanita: Baju khas yang digunakan oleh para perempuan antara lain: Gelung biasa atau biasa di sebut dengan sanggul (rambut ditata sesuai perhiasannya), bajunya menggunakan kebaya, sesenteng, Wastra, Sabuk atau stagen, alas kaki (optional).

Baju Payas Madya

Adat Provinsi Bali

Baju Bali berikutnya adalah Payas Madya, baju kali ini sering ditemukan dalam acara keagamaan orang-orang Hindu di tepi pantai atau di pura-pura tempat beribadah, masyarakat Bali menggunakan baju ini sebagai pakaian dalam sebagian acara penting. Berikut perbedaan pakaian para pria dan para wanita adat Bali.

Baju Pria: Baju para lelaki biasanya terdiri dari Baju, Kampuh + umpal, Kain panjang, Sabuk, Alas kaki (optional) atau bisa juga terdiri atas Destar, Selempot, Kain panjang, Sabuk, Alas kaki (optional).

Baju Wanita: Sedangkan untuk baju perempuan terdiri dari baju yang memakai kebaya, Kain yang menggunakan wastra, perhiasan para wanita, untuk bagian kepalanya menggunakan gelung, senteng, Sabuk / stagen, Alas kaki (optional)

Penggunaan Pakaian Adat Bali

Baju Adat Bali

Selain bagian-bagian pakaian yang harus diperhatikan jenis pakaian pun demikian. Terdapat pula tiga jenis pakaian pada baju adat Bali yaitu Payas Agung yaitu pakaian mewah, Payas Jangkep atau payas Madya yaitu pakaian lengkap dan Payas Alit yaitu pakaian sederhana.

  • Untuk upacara pengarep / manggala para penduduk menggunakan kostum atau baju adat Payas Gede karena acara ini dianggap suci yang mana diupacarakan saat pengadaan upacara manusa yadnya serta dipakai dalam upacara penting lainnya seperti Yajamana.
  • Sedangkan untuk acara yadnya yang menghubungkan antara manusia satu dengan yang lainnya atau didalamnya terkandung acara hormat menghormati, harus menggunakan pakaian jangkep atau busana lengkap.
  • Adapun busana bali jenis Alit dipakai saat terdapat kondisi kerja atau acara kesopanan.

Dari kekhususan masyarakat mengharuskan memakai baju di setiap dan tempat tertentu hal itu mengatur segala sesuatu dengan sikap kedisiplinan, dalam acara tertentu pula melambangkan banyaknya arti dan makna filosofi dari pakaian adat Bali.

Sekian dari artikel ini semoga menambah cinta terhadap budaya yang ada di negara kita khususnya bagi masyarakat Bali sendiri. Kita juga bisa menambah pengetahuan dari artikel sebelumnya yang mengulas tentang Pakaian Adat Indonesia dari Lengkap Berbagai Provinsi Dan artikel tersebut hanya ada di situs Carakus.com. Selamat menikmati!

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.