Cara Budidaya Belut Terbaik

Bagi Anda orang-orang yang baru saja keluar dari pekerjaannya atau yang gagal tes masuk perguruan tinggi, jangan berputus asa dahulu, masih ada banyak peluang sukses untuk Anda termasuk di antaranya menjadi pengusaha budidaya belut.

Belut alias eel dalam Bahasa Inggris merupakan bahan makanan yang cukup familiar di kalangan masyarakat Indonesia, bahkan seluruh dunia. Melalui fakta ini saja Anda sudah bisa membaca gambaran utama bagaimana potensi belut di pasaran. Dengan sedikit inovasi, Anda bisa menjadi pengusaha belut paling dicari konsumen.

Lalu, apa saja yang harus Anda ketahui sebelum menjadi sukses dalam budidaya belut? Baca ulasannya berikut ini.

Apa Itu Belut?

budidaya belut
pixabay.com

Belut atau yang bernama ilmiah Monopterus albus merupakan salah satu jenis ikan tak berrahang yang dimanfaatkan manusia sejak ratusan tahun lalu sebagai bahan sajian. Jika tak dibudidaya atau dibiarkan lepas, belut biasanya hidup di sawah dan bertahan diri dengan memakan ikan-ikan kecil, cacing, maupun siput rawa/sawah.

Panjangnya bisa mencapai satu meter, namun yang dimakan lumrahnya memiliki panjang 40 cm dengan ciri-ciri tak bersisik dan tak bersirip kecuali pada bagian ekornya yang memanjang.

Hal yang harus Anda ketahui adalah bahwa belut merupakan hewan “hermaprodit”. Suatu hewan atau tumbuhan bisa dikatakan hermaprodit jika memiliki dua kelamin, baik secara bersamaan maupun berfase.

Belut sendiri merupakan hermaprodit yang berfase. Ketika muda, belut adalah betina. Jadi, ketika di usia-usia muda belut akan menghasilkan telur yang kesemuanya merupakan betina juga. Seiring bertambahnya waktu, “ibu belut” ini akan berubah kelaminnya menjadi jantan sampai ia mati.

Akan tetapi, uniknya, si jantan ini akan bisa kembali lagi menjadi betina hanya apabila dalam habitatnya populasi betina berkurang secara signifikan. Perubahan gender ini secara natural terjadi selama sekitar setahun, jadi jangan kaget kalau belut Anda yang jantan tahun lalu tiba-tiba menjadi betina tahun ini.

Maka dari itu, dalam budidaya belut Anda harus memerhatikan hal yang sepertinya tampak sederhana ini namun sebenarnya memiliki pengaruh yang besar.

Fakta Tentang Budidaya Belut

Darah dari belut bersifat poisonous atau beracun bagi manusia dan hewan-hewan lainnya. Namun, dengan memasaknya secara benar dan dalam proses pencernaan kita, racun tersebut dapat sendirinya hancur serta teruraikan.

Untuk pasar, yang harus Anda ketahui adalah fakta bahwa umat Judaism atau Yahudi (Jews) memiliki larangan untuk memakan belut, mungkin saja Anda ingin memasarkannya ke Israel. Selain itu, Kitab Perjanjian Lama versi King James juga menganggap bahwa belut dilarang untuk dimakan karena dianggap tidak mempunyai organ tubuh yang lengkap.

Nah, maka dari itu dalam budidaya belut pun, Anda harus mempertimbangkan pangsa pasar dan distribusinya agar usaha Anda makin maksimal.

Makanan Olahan Belut

budidaya belut
pixabay

Sekarang, saatnya kita beranjak ke makanan olahan dari belut yang digemari di seluruh dunia. Jenis-jenis apa ya yang favorit untuk dijadikan masakan? Berikut sedikit menu olahan belut yang telah kita rangkum dari berbagai belahan dunia.

1. Jellied Eels

Di Inggris, ada olahan belut yang bernama Jellied Eels dimana belut di potong-potong hingga kecil lalu direbus secara “Aspic”. Maksudnya adalah potongan belut tersebut dimasak hingga menjadi gelatin alias men-jelly yang memadat. Jellied Eels memang dimakan dalam kondisi dingin.

2. Kabayaki

Setelah Inggris, sekarang mari kita membahas hasil olahan budidaya belut dari Jepang bernama Kabayaki. Kabayaki ini sendiri berasal dari belut unagi (freshwater eels) yang dipotong pada bagian punggung atau perutnya, dibersihkan dan dihilangkan komponen-komponen yang tidak dibutuhkannya, dibelah, di-fillet kotak-kotak tipis, ditusuk, dicelupkan ke dalam kecap Jepang, lalu dipanggang sampai matang. Kabayaki ini merupakan salah satu olahan belut favorit.

3. Unadon

Masih soal Jepang, Kabayaki yang telah dijelaskan di atas dapat menjadi pelengkap Unadon. Olahan budidaya belut ini terdiri dari nasi kukus yang dimasukkan ke dalam mangkuk a la Jepang dan bagian atasnya diberi Kabayaki.

4. Angulas

Masakan dari Spanyol ini melibatkan belut-belut kecil yang ditumis sedemikian rupa dalam minyak zaitun, bawang putih, dan bubuk cabe. Masakan ini tergolong mahal dan mewah di negara tersebut karena populasi belut yang semakin terbatas. Nah, dengan budidaya belut, Anda bisa juga lo memasok belut ke negara ini untuk dibuat Angulas.

5. Smoked Eels atau Belut Asap

Belut asap merupakan makanan yang lumrah di negara-negara “Germanic” seperti daerah Skandinavia (Finlandia, Norwegia, Swedia, Denmark, dan Islandia), Jerman Utara, Polandia, Ceko, serta Belanda. Pengasapan ini selain untuk cita rasa juga merupakan bentuk dari pengawetan makanan.

6. Penyetan Belut

Nah, siapa yang tidak tahu belut penyet? Orang Indonesia, terutama mereka yang tinggal di tanah Jawa pasti familiar dengan makanan penyetan, salah satunya penyetan belut. Dengan celupan bumbu yang khas sebelum digoreng, lalapan, serta sepiring sambal, penyetan belut menjadi salah satu masakan hasil budidaya belut terfavorit di negara ini.

Ayo Budidaya Belut!

Budidaya Belut
youtube.com

Sudah cukup bicara soal makanan, semua olahan tersebut tentu tidak akan tercipta tanpa adanya produksi dari belut itu sendiri kan? Belut yang semula dengan mudah ditemukan di sawah sekarang menjadi sulit ditemukan karena berbagai hal termasuk pencemaran lingkungan.

Tahukan Anda, populasi belut dapat menjadi indikator rusaknya ekosistem. Jika sampai tidak lagi ditemukan belut di sawah atau saluran irigasinya, berarti lingkungan tersebut sudah mengalami pencemaran berat yang menyebabkannya mati.

Mengingat kondisi saat ini di mana pencemaran merupakan hal yang lumrah, yaitu yang berasal dari efek biosfer maupun bahan-bahan kimia yang dipergunakan para petani di sawah, dan sebagainya, budidaya belut dapat menjadi solusi praktis untuk mengatasi kurangnya populasi belut di pasaran ini.

Nantinya, Anda akan bisa membantu usaha para pedagang penyetaan belut maupun penggemar-penggemarnya yang tidak rela populasi belut mengalami penurunan.

Sebuah keuntungan besar kan?

Tips dan Trik Budidaya Belut

Budidaya Belut
solotravelgirl.com

Dengan kebutuhan lahan yang semakin sedikit, ada banyak cara praktis budidaya belut yang bisa Anda lakukan, bahkan di rumah, tentunya dengan keuntungan yang tak kalah besar juga. Bagaimana caranya?

Baca tahapan-tahapannya sebagai berikut.

1. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Tentunya ini adalah sesuatu yang sangat penting. Perhatikan betul alat dan bahan apa saja yang digunakan. Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan tersebut adalah sebagai berikut.

a. Drum atau tong plastik yang ringan, mudah dimodifikasi serta dipindahkan.

b. Kawat kasa.

c. Paralon PVC.

d. Tandon.

e. Ember.

f. Cangkul.

g. Baskom.

h. Jerigen air.

i. EM4

2. Budidaya Belut Dalam Drum

Pertama-tama, pastikan dulu drum plastik ini tidak bocor maupun rusak. Setelah dipastikan kekuatannya, maka saatnya memodifikasi drum tersebut untuk tempat tumbuh belut.

Cara membuat kandang cantik adalah dengan menempatkan drum dalam posisi mendatar pada tanah, lalu potong bagian tengahnya. Dalam pemotongan ini, jangan lupa untuk menyisakan 5 cm pada sisi kiri-kanannya.

Agar drum tidak menggelinding atau berubah tempat, tahan drum dengan alat pengganjal, bisa berupa rangka besi yang disisipkan pada bukaan 5 cm di kanan-kiri potongan tersebut dan mengaitkannya dengan tanah.

Setelah ditahan, manfaatkan kesempatan untuk membuat saluran air yang memudahkan Anda untuk mengontrol sirkulasi air pada kolam belut. Air yang kotor dan tertahan seperti pada drum ini pasti bisa menyebabkan sarang penyakit jika didiamkan terlalu lama tanpa sirkulasi. Model yang seperti itu merupakan suatu kesalahan dalam budidaya belut karena belut-belut ternak Anda bisa ikut sakit juga dan menurun kualitasnya.

Oleh karena itu, lubang pembuangan air harus dibuat sedemikian rupa dan ganti air yang dibuang itu dengan air baru yang bersih. Perlu diketahui juga bahwa terkadang sinar matahari bisa memperburuk kondisi belut. Maka dari itu, berikanlah peneduh di atas drum dengan papan kayu ataupun net.

3. Budidaya Belut Tanpa Lumpur

Dalam budidaya belut, jangan lupa juga untuk menambahkan tanah guna meniru habitat aslinya, sawah. Meskipun tanah persawahan cenderung meliat, Anda tidak harus mencari lempung kok. Cukup gunakan saja tanah biasa.

Tambahkan tanah ke dalam drum hingga ketinggian 40 cm. Setelah itu, tambahkan air ke dalam drum hingga tanahnya becek, namun berhati-hatilah agar jangan memberikan air terlalu banyak hingga nampak menggenang.

Masukkan EM4 yang sudah dibeli di toko tani sejumlah 4 botol. Aduk tanah hingga 2 kali per hari agar tanah tatap gembur dan lembut. Aduklah menggunakan batang kayu yang cukup besar, cangkul, atau sekop.

4. Tambahan Suasana Bokashi

Bokashi menjadi penting untuk budidaya belut. Bokashi ini membutuhkan bahan-bahan seperti jerami padi, pupuk kandang, bekatul, serta batang pisang yang dipotong. Selain itu, jangan lupa untuk menambahkan pula EM4, air sumur, serta 250 gram gula pasir.

Setelah media Bokashi selesai dibuat, masukkan media tersebut ke dalam drum yang berisi tanah serta aduk sampai rata. Tambahkan sekali lagi air bersih hingga ketinggian 5 cm. Diamkan saja tong ini hingga satu atau dua minggu sampai ditumbuhi plankton-plankton maupun ulat kecil. Nah, inilah kondisi ekosistem sawah yang hendak dimunculkan di peternakan belut Anda.

Jika suda ada, maka keluarkanlah air yang sudah lama itu dan ganti dengan air yang baru. Anda bisa pula menambahkan sedikit vetsin/micin/MSG untuk merangsang pertumbuhan nafsu makan belut, namun karena itu bukan sesuatu yang sehat, Anda bisa melewatkan tips ini.

5. Perawatan Budidaya Belut

Nah, sekarang saatnya membicarakan hal paling esensial dalam budidaya belut, yaitu pembibitan dan perawatan belut itu sendiri. tebarkan saja bibit belut secukupnya. Dengan drum beruuran besar, setidak-tidaknya ada 160-200 ekor belut yang bisa ditebarkan.

Setelah bibit belut menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan, lakukanlah pengaturan pakan ikan yang baik. Makanan tersebut berkisar pada cacing, kecebong, ikan-ikan kecil, keong mas yang sudah dicacah, maupun bekicot. Hindari pakan buatan karena selain tidak organik, bisa jadi belut Anda tidak menyukainya dan kehilangan nafsu makan hingga akhirnya mati. Hati-hati rugi sendiri.

Sementara itu, air, EMP4, dan perawatannya harus diperhatikan dengan baik untuk menghasilkan belut-belut unggul.

6. Pemanenan

Tahap terakhir tentu saja pemanenan. Setelah 3-4 bulan perawatan, seharusnya belut sudah layak dipanen dan dipasarkan. Ketika memanen belut, jangan pernah lupakan fakta bahwa Anda harus bermain untung-rugi di sini. Pilih saja belut-belut yang sekiranya sudah layak dipanen, sementara sisanya bisa Anda budidayakan lagi lebih lanjut.

Begitulah serba-serbi budidaya belut yang bisa kami berikan. Jadilah seorang wirausahawan belut yang sukses, pasar yang luas sedang menanti Anda!

Source : Ilhamteguh.com

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.