Cerita Maling Muslim, Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun Part 2

Carakus – Cerita Maling Muslim Lulus Dari Pondok Selama 20 Tahun. Takut mengganggu orang pemilik rumah akhirnya tak jadi tuk mencongkel pintu, berjalanlah mencari rumah yang bisa dia curi dengan aman. “meski dikit yang penting berokah”

Baca : Cerita Maling Muslim, Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun Part 1

Cerita Maling Muslim Part 2

Setelah itu dijumpainya sebuah rumah sederhana yang tak dikunci, dan didalamnya hanya tinggal seorang nenek beserta 1 cucunya yang masih berusia SD, mereka terkenal sebagai orang yang tak mampu, juga si anak itu adalah anak yatim piatu yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya.

Tak berani mencuri milik anak piatu, akhirnya gagal lagi mencuri di rumah ke-2. Semangatnya tak putus hanya disitu, karena si maling aneh ini tetap teguh memegang amanat sang kyai.

Untung Besar

Cerita Maling Muslim, Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun Part 2

Kembali dengan rasa cemas karena tidak meraih hasil, si santri menyusuri jalan pulang dengan tetap jalan kaki, tidak ada motor tidak ada mobil yang bisa didapat.

Diperjalanan pulang itu mendapati satu rumah besar dan mewah, juga pintunya terbuka lebar. “Kesempatan nih!”

Setelah dimasuki rumah tersebut banyak harta berlimpah di dalamnya, tapi yang lebih menggiurkan lagi, banyak bergeletakan emas dimeja beserta kotaknya, buku catatan kekayayan pemilik, kunci mobil, kunci motor, dan duit jutaan rupiah di dalam dompet si pemilik.

Pemikiran Maling

Karena menjadi maling bekas santri yang tawadduk, hanya yang terlintas di dalam fikirannya adalah “Wah..! Harta sebanyak ini! Apakah si pemilik sudah membayar zakat?”

Setelah itu, dihitunglah zakat dari harta pemilik rumah kaya tersebut. Saking lamanya menghitung zakat kekayaan hingga dia tertidur di sofa dekat dengan harta kekayaan tersebut.

Cerita Maling Muslim, Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun Part 2
Ilustrasi Maling ketiduran

Setelah hampir shubuh akan terbangunlah si maling (Fathul Bari), Tahajjud dia di musholla si pemilik. Tak lama kemudian terdengar suara adzan dari mushola rumah orang kaya. Serontak bangun si pemilik karena selama ini tak ada yang adzan shubuh dari musholla itu.

Menjadi santri selama 20 tahun pastinya sangat mahir dengan adzan, serta bacaan2 tajwid.

“Sangat merdu adzan tersebut”

Tuan rumah kaget “kok ada yang adzan? Siapa yang adzan?” sambil keluar dari kamar tidurnya.

Setelah keluar dari kamar tidurnya ditambah kaget, karena melihat kejadian aneh yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Cerita Maling Muslim, Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun Part 2
Si bapak kaget

“Kenapa lampu utama kok menyala?”

“Kenapa pintunya terbuka?”

“Kenapa duit, emas tertata rapi?”

“Dan kenapa ada linggis bersandar di ujung sofa?”

Menangkap Maling

Cerita Maling Muslim, Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun Part 2

Berlari dia ke kamar semua orang (kamar anak-anak, kamar istri, kamar pembantu,) sembari berteriak.

“Bangun nak!!! Bangun Ma!!! Bangun Bi!!! Ada maling!!!”

Kagetlah semua orang yang ada didalam rumah, dan tujuan utama adalah musholah. Langsung semua orang bersiap-siap ke mushola. Setibanya di tempat yang dituju, terdapat seseorang yang berdiri melakukan sholat dua rakaat.

Ketika Dia Sudah Selesai dengan Sholatnya….

Si maling kaget kenapa para orang kok berpenampilan ingin mengeroyok, tapi mereka hanya tercengang.

Fathul : “Mari kita sholat shubuh berjemaah (bareng), pak!” (ditunggunya semua orang untuk sholat berjemaah).

*Setelah Semua Orang Berkumpul*

Bapak : “Ayo, silahkan pimpin imam!” dengan nada takut.

Fathul : “Tidak pak, dalam ilmu fiqih tuan rumah itu yang berhak menjadi imam sholat” dengan tegas dia menjawab si bapak

Bapak : “Sudah kamu aja! Saya tidak terlalu mahir dalam bacaan, juga tadi pas kamu adzan enak banget!”

Jadilah si maling Imam Sholat berjamaah shubuh waktu itu.

Cerita Maling Muslim, Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun

Bacaan perbacaan semakin merdu pula nada yang dilantunkan dengan memakai nada Imam di madinah. Meneteslah air mata si bapak mendengar lantunan ayat suci tersebut.

Setelah selesai sholat serta dzikir bertanyalah si maling kepada si bapak.

Fathul : “Bapak sudah bayar zakat?”

*Kaget lagi tuh bapak*

Bapak : “Iya nak belum. Kok bisa tahu?”

Fathul : “Tadi saya hitungin semua kekayaan yang bapak punya untuk zakat setiap tahunnya bapak harus membayar zakat Rp… (*sekian) dan untuk ini Rp… (*sekian)” menjelaskan semua zakatnya.

Menangislah lagi si bapak, terharu dengan nasehat yang diberikan si fathur. Dan tangisan tersebut terhenti saat teringat dengan linggis yang bersender di sofa.

Bapak : “Kamu maling ya!”

Fathul : “Iya pak saya maling!”

Bapak : “Kok gak kabur?!!” Teriak heran.

Fathul : “Iya, saya maling tapi saya maling yang lain” santai jawab fathul.

Melotot kembali si bapak, heran tak percaya, sembari menatap Fathul.

Bapak : “Kalau kamu maling kenapa kok masih disini? Juga ngajak sholat! Berjamaah lagi!”

Diceritakanlah kepada si bapak, bagaimana kejadian yang sesungguhnya kenapa dia bisa menjadi maling.

Fathul : “Iya pak saya maling! Saya adalah santri yang baru lulus selama 20 tahun, tapi senbelum berhenti ada amanat dari pak kyai, kata pak kyai saya disuruh mengerjakan apa yang dulu bapak saya kerjakan dengan catatan “asal tidak mengganggu orang lain”. Dan setelah ditanyakan kepada ibu saya, ternyata pekerjaan almarhum bapak dulu adalah “maling”, terpaksa saya kerjakan demi ketaatan saya terhadap kyai”.

Si bapak termenung mendengar cerita maling tersebut!

Toko Emas

Cerita Maling Muslim, Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun Part 2
Toko yang dijalani oleh Fathul Bari

Bapak : “Kamu ini sangat baik, pinter ngaji, jujur, adzannya merdu! Tapi kok malah jadi maling nak? Sudah cukup kamu tawadhu terhadap guru itu. Jadi maling itu tidak baik, saya punya toko emas kebetulan karyawan saya kemaren berhenti kerja. Nah, nanti siang kamu jaga ya!!”

Fathul : “Ya pak.!!”

Dijagalah toko emas tersebut oleh fathur hingga banyak orang yang suka karena sikap serta sopan santunnya.

Berminggu-minggu hingga perkiraan sudah 2 bulan bekerja di toko emas, si bapak melihat kelakuan si Fathul memang baik, jujur, & disiplin. Masih tidak percaya dengan tingkahnya, Diangkatlah Fathul menjadi manajer toko emas tersebut.

“Mungkin sekaligus mengetes iman si Fathul, ya?”

Seorang Manajer

Cerita Maling Muslim, Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun Part 2

Jadilah dia manajer di toko emas tersebut, juga si bapak terus saja mengontrol atau mengawasi tingkah lakunya. Dibuatlah juga dengan program buka tutup toko yaitu tatkala hampir adzan dia tutup toko, dan membukanya kembali setelah semua karyawan selesai sholat berjamaah.

Dan ternyata percuma si bapak merasa kecewa, memang Fathul berwatak wibawa, semakin tunduk saja dia kepada siapapun termasuk mengatur anak buahnya, Juga perkembangan toko jauh meningkat pesat.

Banyak masyarakat yang suka dengan tingkah lakunya dan akhirnya, dipanggilah fathul ke ruang tamu. Disana terdapat beberapa orang tak lain si bapak, istrinya serta 3 anak gadisnya.

Bapak : “Nak, saya perhatiin kamu ini memang anak yang baik, jujur, disiplin, juga wibawa mengatur anak buahmu”

Fathur : “…..?” Terdiam dengan ucapan majikannya.

Bapak : “Jika berkenan.. Silahkan pilih anak-anak saya yang mana, yang kamu mau” sambil mempersilahkan memilih.

Fathur : “..الحمد لله” Jawab si Fathur.

Hasil Tawadhu

Cerita Maling Muslim, Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun Part 2

Dipilihnya satu gadis tertua yaitu Maryam yang baru berumur 19 tahun. Tak menunggu lama, menikahlah si Fathul dengan maryam. Serta juga diberikan aset oleh mertuanya, separuh saham toko emas dari si bapak kepada Fathul.

Dan keduanya hidup dengan bahagia.

Tamat.

Demikian dari artikel Cerita Maling Muslim, yang Lulus Dari Pesantren Selama 20 Tahun, Semoga kita bisa memetik hikmah dari cerita khayalan tersebut. Terima Thank You.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.