Bacaan Doa Qunut Subuh, Witir, Nazilah, Arab, Latin, Terjemahnya

Carakus Bacaan Doa Qunut. Seperti yang kita ketahui do’a qunut adalah salah satu do’a yang dikerjakan hanya di sholat tertentu seperti sholat shubuh dan sholat witir.

Mufrad Qunut sendiri berasal dari kata “Qanata” yang berarti “Patuh, Ta’at, Tunduk” maksud dari kata tersebut ialah patuh terhadap perintah ALLAH dan taat kepada perintah_nya.

Didalam artikel ini saya tidak menjelaskan tentang cara mengerjakan qunut karena sudah dijelaskan pada Tata Cara mengerjakan Qunut dan Bacaannya.

Pengertian Qunut

Qunut adalah sebuah susunan kalimat-kalimat do’a yang mengandung kebaikan bagi orang yang melafalkan (imam) dan juga bagi orang yang mengaminkannya (makmum).

Terdapat perbedaan pembacaan do’a qunut dalam 4 madzhab:

  • Dalam madzhab syafi’i: Do’a Qunut dibaca setelah pembacaan i’tidal. Hukumnya Sunnah mu’akkadah jadi jika seseorang yang tidak mengerjakannya harus diganti dengan sujud sahwi.
  • Adapun dalam Madzhab Maliki: Sunnah membaca do’a Qunut. Tidak dikerjakan tidak apa-apa dan bila ditinggalkan tidak dapat dosa.
  • Tetapi Madzhab Hanafi dan Hambali: Tidak boleh memakai Qunut sama sekali pada shubuh.

Tetapi terdapat cerita yang mengemukakan. Ada seorang fulan datang kapada imam Hambali:

“Ya Hambali! Jika engkau bermakmum kepada Imam syafi’i disaat sholat shubuh apakah ikut dalam Qunut?”

Jawabnya:

“Aku mengangkat tanganku dan mengucapkan “Amin”

Dengan cerita tersebut, diterangkan bahwa menghargai seseorang lebih baik di sisi ALLAH dari pada mengikuti ego sendiri. Ditegaskan juga dalam hadist Nabi Muhammad S.A.W Beliau bersabda:

إنما جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فلا تَخْتَلِفُوا عليه فإذا رَكَعَ فَارْكَعُوا

Artinya:

“Hanyalah dijadikan imam untuk diikuti, maka janganlah kalian menyelisihinya, jika ia ruku’ maka ruku’lah kalian…” (HR Al-Bukhari no 689)

Bacaannya Qunut Bahasa Arab, Latin & Maknanya

Bacaan Doa Qunut Subuh, Witir, Nazilah, Arab, Latin, Terjemahnya

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ ,وَ عَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ ,وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ ,وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ ،فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ,وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ ,فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bacaan Latinnya:

“Allahummah dinii fii man hadait.
Wa’aafinii fii man ‘aafaiit.
Wa tawallanii fii man tawallaiit.
Wa baarik lii fiimaa a’thaiit.
Wa qinii syarramaa qadthaiit.
Fa innaka taqdthii walaa yuqthdaa ‘alaiik.
Wa innahu laa yadzillu man wãlaiit.
Walaa ya’izzu man ‘aadaiit.
Tabaa rakta rabbanaa wata ’aalait
Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit
Astaghfiruka wa atuubu ilaiik,
wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihii wa shahbihii wa sallam”

Artinya:

“Ya Allah tunjukkanlah saya sebagaimana mereka yang sudah Engkau berikan petunjuk. Dan kasihkanlah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau sudah kasih kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara. Dan berilah keberkahan bagiku pada segala apa yang Engkau sudah karuniakan. Dan lindungi aku dari segala bahaya kejahatan yang Engkau sudah pastikan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang mana Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau seluruh pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya”

Note:

Untuk arti doa Qunut berjamaah silahkan ganti kata “aku” menjadi “kami”

3 Jenis Doa Qunut Ada

Berdasarkan penafsiran yang telah diambil dari beberapa hadist yang membahas tentang qunut, qunut dibagi menjadi 3 bagian yaitu,

1. Doa Qunut Shubuh

Do’a yang biasa kita jumpai di berbagai masjid-masjid umumnya di Indonesia sebagian besar menggunakan do’a qunut. Karena resmi sebagian hukum fiqih di Indonesia mengikuti madzhab Imam Syafi’i. Tetapi tidak juga meninggalkan hukum dari madzhab pendapat ke tiga imam lainnya.

Qunut subuh sendiri mengikuti riwayat dari hadist nabi Muhammad yang pernah mengerjakan do’a Qunut didalam sholat shubuh hingga akhir hayatnya.

Dari cerita Hidup Imam Syafi’i juga mengikuti hadist tersebut yakni mengamalkan membaca qunut sampai akhir hayatnya. Berikut hadistnya:

 

أنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ لم يزَلْ يقنُتُ في الصُّبحِ حتَّى فارقَ الدُّنيا

Artinya:

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam senantiasa qunut Shubuh sampai beliau meninggal dunia“.

2. Doa Qunut Nazilah

Do’a Qunut Nazalih merupakan do’a yang di baca ketika terdapat musibah. Contoh saja di sebuah negeri, kampung terdapat suatu bencana besar baik itu suasana kampung yang menyeramkan, terdapat penyakit suatu virus yang menular, maka disunnahkan untuk mengamalkan doa qunut di setiap sholat fardhunya.

Qunut Nazilah pada zaman Rasulullah dipraktekan oleh nabi Muhammad S.A.W Sendiri. Yakni atas kesedihan yang menimpa hati beliau. setelah menimpa bencana tersebut lalu Rasulullah membaca qunut di setiap sholat shubuh, dhuhur, ashar dan Isya’. Sesudah I’tidal dan rakaat terakhir.

Pada masa itu, Rasulullah sangat terpukul sekali hatinya, karena terbunuhnya 70 sahabat-sahabat terbaiknya (para ulama, para tahfidz terbaik) yang diutus untuk mengajak kaum jahiliyah seperti kaum Ni’i, Dzakwan, Dan golongan Ushaiyah agar masuk agama Islam.

Adapun hadist yang menjelaskan tentang qunut ini ialah:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ

Artinya:

“Sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan doa qunut mendoakan kebinasaan penduduk suatu dusun orang Arab selama sebulan lalu meninggalkannya” (HR. Muslim)

3. Doa Qunut Witir

Adapun dengan Qunut witir adalah sebuah do’a Qunut yang dikerjakan disetiap sholat witir, Pengamalannya pun sama seperti qunut yang diatas. Dikerjakan setelah rakaat yang kedua, hanya saja setelah melafadkan kalimat samiallahulimanhamidah” ketika berdiri setelah bangun dari rukuk.

Terdapat perselisihan dikalangan para ulama yang membahas, tentang perbedaan pendapat berdasarkan hadist dan sunnah yang telah ditetapkan.

  • Apakah qunut witir di bulan ramadhan dibaca sebulan penuh atau hanya di akhir bulan saja?
  • Apakah Qunut dikerjakan sesudah Ruku’ atau sebelum Ruku’?

Jawabannya:

  • Imam Syafi’i: Dari pendapat sanad yang diriwayatkan oleh Sahabat Ali bin abi Thalib R.a, bahwa beliau selalu mengerjakan qunut pada akhir pertengahan bulan Ramadhan serta tidak pernah meninggalkan doa qunut witir setelah ruku’ terakhir.
  • Imam Maliki: Pendapat ini berdasarkan riwayat ibnu Umar yang tidak membaca Qunut pada semua shalat sunnah. Dan tidak terdapat qunut di sholat witir maupun sholat sunnah lainnya.
  • Imam Hambali: Disyari’atkan bahwa tidak terdapat qunut di dalam sholat witir. Kecuali terjadi sebuah musibah yang menimpa seperti sebuah penyakit yang terjadi disebuah kota ataupun sebuah kampung.
  • Imam Hanafi: Pendapat ini sama dengan madzhab Hambali yaitu tidak terdapat do’a qunut didalam sholat witir kecuali didalam sholat nawazil yaitu sholat yang meminta pertolongan atas kaum muslimin yang tertimpa bencana atau kedukaan hati. Selain itu, sholat nawazil itu hanya terdapat didalam sholat shubuh saja.

Mengapa Membaca Qunut Dalam Sholat?

Menurut pengalaman saya, di setiap tahunnya pasti terdengar pertanyaan Apa hukum membaca qunut?

Padahal sudah banyak sekali dijelaskan tentang hal itu, tapi kebanyakan orang belum juga mengetahui hal tersebut.

Pertanyanya ialah apakah qunut itu sunah atau wajib?

Jawabannya dijelaskan oleh cerita yang dijadikan hadis untuk berqunut. Cerita tersebut bermula ketika Rasulullah marah besar, karena terbunuhnya sahabat-sahabat terbaik beliau. Lalu setiap shalat, Rasulullah mendoakan kecelakaan dan laknat atas mereka bahkan menyebut langsung nama tokoh dan kabilah mereka (golongan pembunuh tersebut).

Dan sebagian riwayat menyebut bahwa Rasulullah berdo’a disetiap bangkit dari ruku’nya.

Lalu seketika itu, turunlah wahyu berupa surat Al-Imran 128-129 yang didalamnya berisi Allah menahan Nabi untuk berdo’a meminta keburukan dan menggantinya dengan do’a yang meminta kebaikan.

Setelah itu Rosulullah mengamalkan perbuatan baik tersebut, hingga mengajarkan kepada cucunya Hasan serta kepada para sahabat-sahabatnya, berupa doa qunut yaitu اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ ,وَ عَافِنِى….إلَى آخِرِهِ“.

Tetapi terdapat penjelasan lain yang meriwayatkan bahwa nabi Muhammad hanya mengerjakan qunut hanya 1 bulan saja lalu meninggalkannya. Hal inilah yang di pakai oleh Imam Hambali serta Hanafi.

Kesimpulan yang tepat dari keterangan diatas adalah bagaimana pun yang kita percayai dan seperti apa bentuk keta’atan kita kepada Allah SWT. Kita tidak boleh menyalahkan pendapat orang lain, dan membenarkan pendapat kita sendiri.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.