Panduan Tata Cara Sholat Gerhana Khusuf

CarakusTata Cara Sholat Gerhana. Beruntung negara kita terletak pada tengah-tengah perbatasan, sehingga kita bisa melihat jelas, seperi apa bulan yang sedang mengalami perubahan gerhana bulan. Pada tanggal 28 Juli akan banyak orang melakukan sholat Khusuf atau biasa disebut dengan sholat gerhana. Karena pada tanggal dan bulan tersebut bulan akan terlihat sempurna seperti apa bentuknya julukan lain Bulan Total super blood moon.

Maka dari itu mari kita serukan bersama dibalik fenomena tersebut diantaranya banyak-banyak bersyukur dan melakukan sholat gerhana, hal itu sangat sekali dianjurkan bagi kita selaku umat Islam.

Namun sebelum itu apakah kalian tahu bagaimana mengerjakan sholat Khusuf atau sholat gerhana? Di bawah ini akan saya tulis tata cara sholat gerhana bulan.

Ada sedikit cerita pada zaman Rosulullah telah terjadi peristiwa yang membuat Rosulullah bersedih karena anaknya yang bernama Ibrahim, secara bersamaan pula terjadi gerhana bulan total dan banyak orang membicarakan dan berseru “bulan pun bersedih karena wafatnya Ibrahim”.

Akan tetapi jawaban dari Rosulullah sangatlah berbeda, Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdo’alah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula.” Cerita tersebut juga dapat ditemukan pada kitab Bulughul Maram No. 526.

Waktu Sholat Gerhana Bulan

Panduan Tata Cara Sholat Gerhana Khusuf

Waktu pelaksanaanya yang benar adalah ketika bulan sedang tertutupi yakni sejak dimulainya proses gerhana sampai proses gerhana selesai atau bulan terlihat seperti kondisi normal. Jadi bagi saudara-saudara yang hendak akan melakukan sholat khufah, harus pula memperhatikan waktu-waktu tersebut.

Sholat Khufah Dikerjakan Sendiri/Berjamaah?

Sholat ini sunnah dan boleh dikerjakan sendiri tanpa harus ke masjid untuk berjamaah, namun alangkah baiknya semua pekerjaan dikerjakan dengan bersama-sama bukan?

Dulu Rosulullah mengerjakan sholat ini di masjid dengan para jamaah, tentunya dengan khutbah atau tidak memakai khutbah nabi mengerjakannya dengan 2 rakaat dengan setiap rokaah terdapat ruku’.

Hal itu disebutkan juga dari hadist bukhari Aisyah radhiyallahu’anha pun meriwayatkan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengeraskan bacaannya saat shalat gerhana bulan, beliau shalat empat kali ruku’ dan empat kali sujud.”

Niat Shalat Gerhana Bulan

Semua sholat juga sama menggunakan niat karena kepada siapa lagi kita akan menyembah yakni hanya kepada Allah SWT. Adapun niat sholat gerhana bulan iyalah.

Niat Shalat Gerhana Matahari (Kusuf)

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Dibaca : “Usholli Sunnatan Likusuufis Syamsi Roka’taini Lillahitaa’ala”

Artinya : “Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Matahari dua rakaat karena Allah ta’ala ”

Niat Shalat Gerhana Bulan (Khusuf)

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Dibaca : “Usholli Sunnatan Likhusuufil Qomari Roka’taini Lillahitaa’ala”

Artinya : “Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala”

Untuk yang berjamaah dan menjadi Ma’mum

أصَلِّي سُنَّةً لِخُسُوْفِ اَلقَمَرِ مَأمُوْمًا لِلَّهِ تَعَاليَ

Dibaca : “Usholli Sunnatan Likhusuufil Qomari Roka’taini Ma’muman Lillahitaa’ala”

Artinya : “Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan ma’mum karena Allah ta’ala”

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Setelah takbiratul ikhram beserta niat, maka selanjutnya adalah melakukan rukun wajib lainnya seperti yang telah kita sebutkan pada artikel sebelumnya yakni Tata cara Sholat Lengkap. Nah, berikut kesimpulannya

  • Takbiratul Ihram.
  • Membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya. Disunnahkan surat yang panjang.
  • Ruku’. Disunnahkan waktu ruku’ lama, seperti waktu berdiri.
  • Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya. Disunnahkan lebih pendek daripada sebelumnya.
  • Ruku’ lagi. Disunnahkan waktunya lebih pendek dari ruku pertama.
  • I’tidal.
  • Sujud.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua
  • Berdiri lagi (rakaat kedua), membaca surat Al Fatihah dan lainnya
  • Ruku’. Disunnahkan waktu ruku’ lama, seperti waktu berdiri.
  • Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya.
  • Ruku’ lagi. Disunnahkan waktu ruku’ lebih pendek dari ruku’ pertama.
  • I’tidal.
  • Sujud.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Duduk Tahiyah akhir.
  • Salam.

Setelah mengerjakan sholat gerhana, disunnahkan pula untuk berdoa. Adapun Berdoa diwaktu sesudah shalat gerhana bulan adalah waktu yang mustajabah untuk berdoa / waktu yang bisa dikabulkan langsung oleh Allah, karena terjadinya peristiwa alam.

Doa Setelah Shalat Gerhana Bulan

Panduan Tata Cara Sholat Gerhana Khusuf

Begitu selesai langsung membaca do’a gerhana, yaitu:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ بِهِمَا عِبَادَهُ وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ فَإِذَا رَأَيْتُمْ كُسُوفَ أَحَدِهِمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ

“Sesungguhnya matahari dan bulan itu adalah dua tanda kekuasaan Allah, agar hamba takut kepadaNya. Terjadinya gerhana matahari dan bulan itu bukanlah karena kematian seeorang. Maka jika engkau melihatnya, maka shalatlah dan berdoalah hingga gerhana itu tersingkap dari kalian” (HR. An Nasa’i; shahih)

Note: Dalam do’a gerhana tidak ada doa-doa khusus karena disaat itu adalah waktu yang ijabah, maka semua do’a pasti sama Allah dikabulkan. Adapun do’a tersebut juga bisa dipanjatkan terutama setelah sholat gerhana, usahakan berdo’a sebelum bulan kembali seperti sedia kala.

Semua yang ada di alam semesta termasuk juga semua yang ada di muka bumi ini, hanyalah ciptaan Allah tidak lain dengan Matahari dan Bulan bumi, adalah ciptaan_NYA.

Mengapa Harus Sholat Khusuf?

  1. Allah sendiri pun berfirman bahwa,” Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Oleh karena itu, jika kau menyaksikan gerhana bergegaslah untuk mengerjakan shalat.” (HR. Muslim). Sehingga dari hadits tersebut pun disimpulkan bahwa shalat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan) baik bagi laki-laki maupun untuk perempuan.
  2. Untuk mengingat peristiwa alam yang tersimpan banyak fakta serta kebesaran Allah, agar lebih dekat lagi kepada Allah dengan cara melihat kekuasaannya.
  3. Waktu untuk berdoa karena istijabah.
  4. Dan banyak lagi keutamaan yang tak bisa kita tulis satu persatu di sini.

Sekian dari aretikel ini semoga bermanfaat sekian dari saya Imam Ghozali Assalamu’alaikum wr, wb.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.