Pakaian Adat Papua

Carakus – Pakaian Adat Papua. Indonesia merupakan sebuah negara terkaya dalam urusan budaya dan keseniannya. Bagaimana tidak! Hal itu disebut karena disetiap wilayahnya tertancap budaya dan keunikan tersendiri, begitu pun dengan Indonesia bagian timur yaitu Papua.

Papua merupakan sebuah kekayaan Indonesia yang tidak terhingga apabila di mata uangkan. Keunikan tersebut tidak terlepas juga dengan provinsi Papua ini mulai dari budaya yang masih terus dilestarikan sampai kesenian dan tidak lupa dengan ciri khas suku Papua sendiri.

Makanya tidak asing jika di Papua terdri dari banyak suku seperti suku asmat, Dani, Kamoro, Korowai, Sentani, Biak, dan suku Waropen. Papua sangat berpegang teguh kepercayaan nenek moyang mereka, sehingga kehidupan di sana dibilang terlambat dalam memasuki zaman modern. Hal itu terlihat jelas sekali dari pola hidup mereka yang bergantungan dengan alam, mulai dari kebutuhan pangan sehari-hari, pakaian yang digunakan, dan juga tempat tinggal yang mereka tempati.

Dari sisi lain, terlahirlah banyak kebudayaan dari setiap suku atau komunitas berbeda. Nah, ciri khas yang menonjol dari masyarakat Papua adalah kostum keseharian yang dipakai oleh mereka, lantas seperti apa pakaian adat Papua tersebut? Mari kita simak terus kebawah.

Pakaian Adat Papua

Pada dasarnya suku Papua terdiri dari banyak suku yang berbeda-beda dan mereka terkenal dengan sebutan orang-orang yang hidup dengan cara terisolir. Yups! Mereka hidup berjamaah di dalam tubuh hutan membentuk sebuah komunitas dan tentunya adat yang berbeda pula.

Pakaian adat Papua tersebut menjadi salah satu propertis sandang utama yang terbuat dari 100% dari alam. Berikut ini keterangan dari baju adat papua yang perlu kamu ketahui!

Koteka Pakaian Adat Papua Laki-laki

pakaian adat papua

Jika kamu pernah touring ke Papua dan menemui suku pedalaman asli, pasti akan kaget karena melihat para pria sedang telanjang bulat tidak memakai baju sama sekali. Tapi jangan salah! Laki-laki pedalaman tersebut sudah menggunakan pakaian adat papua lho! Dan mereka menyebutnya Koteka.

Koteka adalah sesuatu yang menutupi kemaluan para laki-laki Masyarakat Papua. Bentuk pakaian adat ini sangat unik yakni mengerucut menyerupai selonsong. Ternyata Koteka terbuat dari buah labu lho!

Buah labu air yang sudah tua di keringkan dan isi bagian dalamnya berupa biji dan daging labu dibuang. Alasan kenapa Labu air tua yang digunakan, itu karena cenderung lebih keras dan awet/tahan lama, dari pada labu air muda. Alasan selanjutnya karena pengeringan yang lebih mudah dan cepat serta tidak cepat membusuk.

Yang ada didalam pikiran saya adalah:

“Gimana jual belinya ya?”

“Boleh dicoba dulu kotekanya kaka..!”

Cara Kegunaan Koteka

pakaian adat papua
Buah Labu air yang akan dijadikan Koteka

Di sebagian wilayah papua menamai Koteka dengan julukan yang berbeda seperti nama hilon, harim, atau bobbe. Dalam keseharian suku pedalaman, masyarakat sana sering kali menggunakan Koteka. Jadi bagi kamu yang ingin tahu seperti apa mereka menggunakan pakaian adat ini, bisa di temukan di pedalaman hutan Papua, dan tidak usah menunggu pada acara-acara adat tertentu.

Meski tidak khusus digunakan pada acara-acara tertentu tentu terdapat beberapa perbedaannya seperti berikut:

  • Koteka yang dikenakan saat acara adat berukuran lebih panjang dan disertai ukiran-ikiran etnik khas Papua.
  • Sedangkan Koteka yang digunakan saat bekerja serta kegiatan sehari-hari biasanya lebih pendek dan lebih sederhana.

Sebenarnya banyak pakaian tradisional papua yang menarik tetapi Koteka adalah pakaian adat paling poluler.

Keunikan dari pakaian adat ini membuat turis yang berkunjung kesana biasanya membeli pakaian adat papua koteka sebagai oleh-oleh dan cendera mata khas Papua.

Rok Rumbai Baju Adat Perempuan

pakaian adat papua

Berbeda lagi dengan pakaian adat laki-laki yang menggunakan koteka, maka pakaian wanita Papua adalah rok rumbai.

Rok Rumbai adalah sebuah pakaian adat para wanita Papua berupa rok yang terbuat dari susunan daun sagu kering dan digunakan sebagai penutup sebagian tubuh para perempuan Papua. Nyatanya rok rumbai tidak hanya digunakan oleh para perempuan saja, melainkan juga digunakan oleh para pria pada kesempatan-kesempatan tertentu.

Biasanya rok ini tidak hanya berupa susunan daun sagu yang dikenakan pada tubuh bagian bawah, tetapi juga terdapat hiasan kepala yang terbuat dari bahan ijuk, bulu burung kasuari atau juga bisa menggunakan daun sagu kering.

Pakaian adat wanita sama seperti pakaian adat pria tidak mengenakan pakaian atas, adapun ada itu hanya lukisan atau tato yang menyamarkan bentuk tubuh mereka. Motif lukisan-lukisan sangat beragam dan tentunya terdiri dari khas Papua seperti lingkungan alam Flora dan Fauna.

Aksesoris Perlengkap Busana Papua

Perlengkapan selain pakaian adat Rok Rumbai & Koteka. Terdapat juga aksesoris lain sebagai perlengkap sekaligus mempercantik penampilan, seperti:

  • Taring Babi (dilekatkan pada antar lubang hidung).
  • Manik-manik yang terbuat dari Kerang.
  • Gigi anjing yang dijadikan intan pada kalung leher.
  • Tas Noken (tas yang terbuat dari anyaman kulit kayu) digunakan sebagai wadah hasil buruan burung, kelinci, tikus atau hasil pertanian seperti sayur, buah dan umbi-umbian
  • Dan tidak lupa pula dengan senjata tradisional adat Papua yaitu tombak/ Panah + busur/ sumpit.

Baca Juga: Pakaian Adat Indonesia Lengkap! Dari Sabang Sampai Merauke

Kegunaan Pakaian Adat untuk Pria dan Wanita

Berikut ini kami simpulkan beberapa pakaian adat di atas agar tidak terdapat kesalah fahaman dan menjelaskan ulang itu mungkin butuh bagi sebagian orang:

Busana Bawahan

Dari pakaian pria yang kita jelaskan di atas hanya menggunakan ketaken sedangkan pakaian wanita sebagai pakaian adat Papua hanya menggunakan Rok rumbai. Kedua pakaian tersebut hanya digunakan untuk menutupi pada bagian kemaluan si pemakai saja.

Aksesoris Kepala

Sedangkan pada bagian atasnya menggunakan hiasan seperti ikat kepala yang terbuat dari bahan dasar daun sagu, bulu burung yang dibentuk serta disulam rapi. Serta akseseoris lainnya menggunakan bahan alami juga seperti taring babi dan gigi anjing yang digunakan sebagai penghias lainnya.

Serta fungsi yang tepat dari aksesoris tersebut tidak lain, menjadi lambang atau simbol dari kejantanan kaum pria Papua adat, tentu masih banyak lagi aksesoris unik lainnya seperti kalung, gelang yang berbahan dari bulu burung cendrawasih.

Demikian dari artikel kali ini semoga menambah pengetahuan kita dan lebih lagi mencintai kebudayaan Indonesia.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.