Penjelasan Efek Rumah Kaca Akibat, Penyebabnya dan Solusinya

Carakus – Penjelasan Efek Rumah Kaca. Kita tidak begitu menyadari dari terancamnya dunia ini lebih tepatnya bumi ini, dan begitu besarnya efek kaca yang terjemur langsung di bawah terik matahari.

Artikel ini sangat berkaitan sekali pada artikel sebelumnya yang membahas pengertian pemanasan global beserta penjelasannya, lengkap! Hingga bagaimana proses hal itu terjadi, dan bagaimana cara menanggulanginya.

Pengertian Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca merupakan sebuah musibah bagi bumi karena proses pantulan panas bumi semakin meningkat. Dari pengumpulan data, banyak para ahli yang berpendapat tentang faktor ini. Berikut pengertiannya:

Efek Rumah Kaca

  • Asosiasi Energi New Mexico (AENW)

Mereka berpendapat bahwa proses pemanasan bumi dimana, panas tersebut terperangkap oleh faktor gas emisi yang berlebihan seperti berupa COyang ada pada lapisan gas bumi. Gas emisi tersebut dihasilkan oleh polusi udara berupa asap-asap kendaraan, kebakaran hutan, dan yang paling parah berupa asap pabrik.

  • Dewan Perlindungan Lingkungan U.S.A

Pendapat lain BPL dari USA berpendapat, prosesnya suhu bumi dari suhu rata-rata itu disebabkan adanya lapisan bumi atmosfer yang menipis pada tahun 2010, bahkan di tahun ini sudah banyak yang bilang bahwa atmosfer sudah bolong sebesar benua Antartika.

  • Badan Pertahanan Sumber Daya Alam

Mereka mengatakan bahwa hal tersebut berupa krisis lingkungan yang akan menjadikan bumi ini semakin rawan terhadap bencana. Dari suhu bumi yang setiap hari semakin memanas, merupakan penjelasan bahwa gas yang terperangkap di udara semakin menumpuk.

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

 

Bumi ini membutuhkan matahari sebagai sumber energi kehidupan. Namun jika energi itu berlebihan maka akan menyebabkan kerusakan tersendiri bagi makhluk bumi.

Ketika cahaya matahari mendekati di sekitar bumi, maka cahaya itu akan berubah menjadi panas. Setelah itu, bumi akan menyerap sebagian panasnya dan sebagian lagi harus dipantulkan keluar bumi (luar angkasa) serta pantulan tersebut akan berwujud radiasi infra merah.

Namun yang terjadi inframerah tidak bisa keluar dari atmosfer karena gejala-gejala populasi udara. Dari atmosfer yang tertutup itu menjadikan panas terperangkap dan mau tidak mau, panas tersebut harus memantulkan panas ke bumi.

Efek Rumah Kaca

Perangkap yang menutupi atmosfer disebabkan oleh gas-gas berikut.

Uap Air

Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional. Maksudnya, paling banyak terjadinya proses efek rumah kaca adalah terbentuknya gas alami yang terproses secara alami pula.

Hanya saja hal itu memang proses alam, dimana ada air yang menggenang seperti air sungai, danau, laut itu menjadi sebuah peningkatan. Maka yang akan terjadi adalah keseimbangan (ekulibrium).

CO2

Peningkatan jumlah CO2 . Berupa penyakit terbesar yang disebabkan oleh manusia sendiri. Diantaranya ialah:

  1. Penggunaan bahan kimia (pestisida}.
  2. Polusi kendaraan.
  3. Penggunaan AC secara besar-besaran.
  4. Pembuangan limbah padat.
  5. Kurangnya penyerapan CO2 karena penebangan pohon secara besar-besaran. Pohon berguna menyerap CO2 dan menggantinya dengan Oksigen.

Metana

Metana adalah gas alami yang juga terjadi karena ulah manusia. Isulator efektif dari metana sendiri mampu menangkap panas 20x lebih banyak dari pada CO2.

Meningkatnya terjadi secara disengaja seperti produksi dan transportasi gas alam, batu bara, minyak bumi dan lain sebagainya. Termasuk pada efek metana yakni limbah organik dan kotoran hewan, kedua metana tersebut mengalami peningkatan ganda dari sebelumnya.

Macam Gas Lain

Sumbangan dari berbagai gas tak dikenal walaupun sedikit demi sedikit dapat menyebabkan pemanasan global yang di rancang oleh rumah berkaca.

Gas ini antara lain berupa peleburan material bangunan, peleburan aluminium dan jenis kebutuhan lainnya seperti lemari pendingin yang masih menggunakan (CFC), AC serta penyebab alat listrik penyumbang panas lainnya.

Dampak Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca

Dengan panas yang berlebihan itulah bumi akan menyebabkan banyak masalah dan banyak kerusakan terjadi pada masa itu kesengsaraan semua makhluk hidup terjadi bagaikan kiamat. Dari efek rumah kaca tersebut:

Resiko Geografis

Ancaman terbesar adalah tempat tinggal jutaan jiwa (bumi) yang akan kehilangan pijakan dikarenakan banyak terjadi kerusakan dan bencana alam yang terjadi dimana-mana.

Para ahli geografis memperkirakan bahwa pada tahun 2050 akan terjadi insiden tak terduga ini. Yaitu seluruh makhluk hidup akan mengalami kepunahan dan suhu pada saat itu kekeringan dimana-mana karena tingkat kepanasan bumi yang mulai bertambah.

Kesehatan Makhluk Hidup

Efek Rumah Kaca

Cuaca ekstrem yang tak tentu kapan bila tiba menularkan berbagai penyakit “bagaikan virus yang diterpa angin” penyakit tersebut tidak lain seperti muntaber, diare, demam berdarah serta penyakit kulit lainnya berkembang sangat meningkat.

Para binatang mengalami kepunahan setiap harinya yang dilakukan oleh manusia berupa mengkonsumsi obat-obat kesehatan, serta sibuk untuk menyehatkan diri.

Gangguan Perekonomian

Iklim yang tak biasa dialami oleh bumi, bumi pun kehilangan kendali para petani berputus asa. Karena masa bercocok tanam sering terjadi dan masa panen tak kunjung datang.

Harga sembako mulai melambung tinggi, dan harga seluruh kebutuhan juga semakin menjadi.

Cara Mengatasi Efek Rumah Kaca

 

Dari hasil penelitian dari berbagai daerah mengumumkan bahwa solusi terbaik untuk menanggulangi masalah ini. Solusi yang akan kita bahas sangat kerap terjadi dilingkungan kita dan malah telah menjadi sebuah konsep negara, agar masyarakat ikut serta dalam kegiatan Go Green, Green Building, Smart City dan yang sering kali kita langgar adalah membuang sampah sembarangan. Solusi-solusi ini seperti berikut:

  • Penanaman Pohon

Efek Rumah Kaca

Mungkin bibit pohon memang kecil dan kita selalu menyepelekannya, perlu diketahui bahwa 1 pohon yang kita rawat telah menyelamatkan 10 nyawa manusia bahkan lebih.

Sebagai generasi yang peduli terhadap lingkungannya kita adakan di lingkungan kita sendiri dengan mengajukan kepada kepala desa agar penghijauan tetap menjadi keutamaan.

  • Pemakaian Listrik Lecukupnya

Kita bahas sedikit tentang listrik. Pada dasarnya listrik memang sebuah kebutuhan dalam keseharian manusia yang ada di bumi. Jadi penggunaan listrik tidak kita masalahkan terlebih dahulu, akan tetapi pemproduksi listrik terbesar dari kebanyakan negara menggunakan batubara.

Dalam riset control menegaskan bahwa “setiap Unit energi listrik yang di produksi, harus memproduksi 3 unit batubara yang dibakar”. Sangat tidak imbang bukan?

Nah yang kita permasalahkan kali ini adalah, kandungan batubara tersebut hampi murni karbon dan efek yang sangat luar biasa dari pembakaran batubara yaitu, timbulnya polusi udara akibat penggabungan oksigen yang menghasilkan karbon dioksida, hal itulah yang menjadi pengaruh besar dalam pemanasan global.

Maka dari itu mari kita gunakan listrik tersebut dengan seminimal dan secukup mungkin.

Efek Rumah Kaca

  • Pengelola Sampah

Kita mungkin bukan petugas tukang sampah, tapi apakah sampah yang ada disekitar kita mengharuskan para petugas yang membuangnya? Perlu kesadaran diri dari hati kecilmu untuk mengharuskan membuang sampah tersebut ke tempat sampah.

Mari kita selamatkan bumi ini dari bencana pemanasan global, sebagai manusia kita harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap masa depan generasi selanjutnya.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan, semoga menjadi sebuah cerminan penting dalam kehidupan ini. Dan mari kita ciptakan apa yang harus kita lakukan.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.