Rumah Adat Jawa Barat | Penjelasan Beserta Gambar

Carakus – Rumah Adat Jawa Barat. Kembali lagi dengan saya yang selalu menyajikan artikel menarik seputar budaya, lingkungan dan tidak lupa dengan artikel ibadah lainnya. Nah, pada kesempatan ini saya masih terus penasaran dengan tata letak yang unik dari rumah-rumah sunda yang ada di Indonesia bagian Jawa Barat. Hehe,,, kebalik!

Yups! Pada pertemuan sebelumnya telah kita bahas tuntas berbagai Rumah Aadat di Indonesia dari Sabang sampai Merauke Lengkap banget tuh, kalau tidak percaya dengan ucapan saya silahkan bisa kamu kunjungi Link.

Setelah puas muter-muter di rumah adat di Indonesia, selanjutnya mari kita lanjut lagi ke pembahasan awal yakni menjelaskan rumah adat Jawa Barat.

Ibu Guru : Semuanya menghadap ke layar!”

Jawa Barat rata-rata penduduk lokal berjulukan Sunda, entah kenapa masyarakat Jabar (Jawa Barat) juga disebut dengan Urang Sunda. Menurut pengalaman saya, masyarakat sunda memiliki kebiasaan yang sangat ramah, sopan, murah senyum, bersehaja, dan selalu suka bersikap optimis.

Ternyata! Di balik itu semua sangat berkaitan dengan apa yang mereka sandang, dan apa saja yang menjadi pengaruh keseharian mereka. Bukti nyata bahwa bukan hanya gaya bahasa mereka saja yang menciptakan karakter ramahnya Urang Sunda, akan tetapi rumah adat Jawa Barat juga menjadi faktor pembentukan sifat seseorang. Dari sini saya ingin mengupas tuntas Rumah Adat Jawa Barat hingga ke akar-akarnya.

Rumah Adat Jawa Barat

Rumah Adat Jawa Barat

Filosofi yang terkandung didalam Rumah Adat Jawa Barat ternyata tidak sembarang karena di setiap susunan ukiran, bentuk struktur Rumah, serta Desain Rumah yang sederhana dapat mengunggah gairah seseorang untuk senantiasa bersyukur atas nik mat tuhan yang Maha ESA.

Tak hanya itu, Rumah Adat Sunda juga memiliki ke kokohan dari setiap sendinya dapat menahan masalah-masalah Geografis seperti Longsor, angin, hujan, serta dapat menyelamatkan dari bahanya Cuaca ekstrem.

Nama Rumah Adat Sunda

Rumah Adat Jawa Barat banyak memiliki kesenian dan perbedaan seperti Kesenian, desain rumah, hal itu disebabkan perbedaan wilayah dan daerah masing-masing. Biasanya rumah tersebut diimbangi dengan kondisi lingkungan tanah air mereka, perbedaannya juga terlihat dari bahan-bahan yang pas untuk dijadikan sebuah rumah.

Jadi dalam pembangunan rumah pertama telah terstruktur agar rumah yang mereka buat tidak hanya berfungsi menghindari terik matahari dan hujan, akan tetapi juga dapat menyelamatkan mereka dari masalah Geografi.

Sedangkan Seni yang dimaksud berupa ciri khas kepribadian semua penghuni rumah jadi tak heran Urang Sunda pada ramah-ramah. Ha, berikut ini saya sajikan beberapa Rumah Adat Jawa yang berbeda-beda.

Rumah Adat Togog Anjing

Rumah Adat Jawa Barat

Dari namanya rumah adat ini tergolong ya, tapi siapa sangka jika rumah adat Togog Anjing adalah rumah yang paling populer di wilayah Garut, itu terlihat dari beberapa bungalow, hotel, serta tempat penginapan di puncak atau di tempat wisata banyak menggunakan desain atap Rumah Togog Anjing.

Atap yang menjadi populer tersebut biasa disebut dengan Sorondoy, kegunaannya sebagai peneduh pada bagian teras rumah depan.

Ciri-ciri rumah Togog Anjing memang menyerupai bentuk seperti anjing yang sedang duduk. Lalu di bagian atapnya terdapat 2 atap yang menyatu sehingga membentuk segitiga, dilanjutkan dengan atap yang satunya menyatu ke bagian depan.

Rumah Adat Badak Heuay

Rumah Adat Jawa Barat

Kalau kamu pernah pergi ke Sukabumi pasti akan menemui rumah Badak Heuay ini, karena Rumah Adat Sunda ini adalah rumah paling populer di wilayah sana, hingga sampai saat ini pun masih banyak yang menggunakan desain rumah ini.

Dari namanya sudah agak sama dengan penjelasannya, Rumah Badak adalah rumah yang berbentuk menyerupai Badak, sedangkan kata “Huay” adalah kata istilah orang yang sedang Menguap. Eh, bahasa Sundanya menguap kan emang “Heuay!”

Jika dilihat dari ciri khusus rumah ini agak sama dengan desain Tagog Anjing. Akan tetapi pada bagian suhuan pada bagian tepian yang melewati pertemuan sehingga dibagian sinilah tampak persis menyerupai badak yang sedang menguap.

Rumah Adat Julang Ngapak

Rumah Adat Jawa Barat

Dalam arti bahasa Indonesia Julang Ngapak yang mempunyai makna Burung yang mengepakan sayapnya. Dari ciri-ciri rumah adat sunda yang satu ini memang seperti burung yang sedang mengepakan sayapnya, lihat saja desain atap rumah di setiap sisinya tampak melebar seperti burung yang hendak terbang.

Rumah adat Jawa Barat yang Julang Ngapak masih banyak ditemui di daerah Tasikmalaya. Pada umumnya di bagian bubung Imah Sunda dilengkapi dengan cagak gunting atau capit, hal ini bertujuan dengan untuk mencegah curah air hujan yang menyerang sehingga air tidak mudah rembes.

Seperti yang dijelaskan pada pertemuan sebelumnya bahwa atap tersebut masih menggunakan bahan-bahan yang alami seperti ijuk dan daun alang-alang yang diikatkan pada kerangka bambu atap rumah.

Rumah Adat Capit Gunung

Rumah Adat Jawa Barat

Rumah adat berikutnya akan tampak seperti rumah sederhana yang ada pada umumnya, adapun nama capit gunting diambil dari karakteristik rumah yang memiliki desain seperti Gunting. Capit gunting tersebut berada di atap rumah yang dihasilkan oleh persilangan kayu pada bagian puncak sisi ujung rumah.

Estetika tersebut yang menjadikan rumah ini bertambah menarik peminat, akan tetapi tak banyak juga masyarakat sunda yang hendak membangun rumah adat menggunakan desain rumah Capit Gunting.

Rumah Adat Suhunan Jolopong

Rumah Adat Jawa Barat

Imah Jalopong adalah rumah yang paling populer di Jawa Barat, dari nama rumah ini berarti “terkulai” yakni memiliki atap rumah yang tergolek lurus. Bentuknya seperti pelana yang memanjang serta sangat sederhana karena pada atap rumah ini tidak satupun terdapat pernak-pernik atau desain lingkuk yang rumit.

Jalopong sendiri sama dengan rumah adat sebidang dengannya juga memiliki dua bidang atap yang kedua bidang atap ini di pisahkan oleh jalur suhunan di tengah bangunan rumah. Batang suhunan tersebut sama panjang sejajar dengan kedua sisi bawah bidang atap yang menyebelah lawan arah, adapun suhunan lainnya rata lebih pendek dibandingkan dengan suhunan yang memotong tegak lurus di kedua ujung suhunan.

Dari riset penelitian yang di tanyakan kepada masyarakat Sunda, mereka lebih suka dengan desain rumah Jelopong. Itu karena selain bentuknya yang sederhana, desainnya yang lebih mudah, biaya pembuatan rumah yang sedikit murah dan lebih hemat material.

Rumah Adat Parahu Kumureb

Rumah Adat Jawa Barat

Seperti rumah-rumah adat pada umumnya, yakni sama mengambil nama dari ciri karakteristik yang dimiliki rumah adat itu sendiri. Tak lain juga dengan Rumah Adat Parahu Kumureb. Seperti namanya, rumah ini jika dilihat sekilas tampak seperti perahu yang terbalik.

Desainnya memiliki empat bagian utama yaitu bagian depan dan belakang berbentuk trapesium, serta pada bagian sisi kiri dan kanannya berbentuk segitiga sama sisi. Adapun pada bagian atap rumah banyak sekali sambungan, sehingga jika turun hujan rumah ini akan cepat rembes, tak heran masyarakat Sunda tidak banyak menggunakan desain Rumah Parahu Kumureb.

Meski tidak terlalu terkenal rumah adat perahu Kumureb bisa ditemukan di daerah Ciamis, disana masih banyak menggunakan desain rumah Perahu. Adapun Di daerah Palembang bentuk rumah adat seperti ini menjadi istilah desain atap Linimasa.

Sekian dari saya tentang artikel berbagai macam rumah adat. Semoga bermanfaat dan terimakasih telah rela meluangkan waktu untuk menyimak tulisan yang kadang membingungkan ini.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.