[Tata Cara Wudhu] Sunah Sunah Dan Sesuatu Yang Membatalkan Wudhu

Carakus – Sunah Dan Suatu Yang Membatalkan Wudhu. Assalamu’alaikum wr.b teman dan saudara yang dirahmati ALLAH, amin. Oke! Kembali dengan pembahasan kemarin yang sebelumnya telah kita membahas tentang Tata cara whudu LENGKAP banget! Akan tetapi masih kurang detail rasanya, jika tidak saya teruskan pembahasan tersebut dengan rinci, jadi saya teruskan pada artikel kali ini tentang sunah-sunah wudhu dan sesuatu yang bisa membuat wudhu kita batal.

Whudu menurut bahasa adalah kebersihan dan Indah. Adapun menurut istilah adalah sebuah pekerjaan yang menggunakan air pada anggota tubuh tertentu dan juga dengan cara serta rukun-rukun yang sudah di tentukan juga seperti berawal dengan niat, membasuh kepala, kedua tangan, mengusap rambut, membasuh kedua kaki hingga dengan penutup yaitu doa setelah wudhu

Sunah Sunah Wudhu

Seperti penjelasan kemarin bahwa wudhu adalah sebuah rukun yang di kerjakan dengan aturan-aturan tertentu dan terdapat keutamaan yang menjadi sebuah pekerjaan yang apa bila kita kerjakan dengan niat lillahi ta’ala akan mendapatkan pahala lebih dari ALLAH. Berikut pekerjaan-pekerjaan ringan yang berpahala tersebut:

Membaca Basmalah (بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ)

Dalam rukun yang kemarin kita bahas kalimat بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ memang tidak termasuk dalam rukun sah wudhu, akan tetapi kalimat suci tersebut adalah sesuatu pekerjaan sunah wudhu yang bisa menambah pahala jika kita berniat mengerjakannya karena ALLAH SWT.

Membasuh Kedua Telapak Tangan

Sunah Dan Suatu Yang Membatalkan Wudhu

Sunah bagi kita yang hendak mengerjakan wudhu membasuh tangan sebanyak 3 kali sampai dengan pergelangan tangan sebelum berwudhu’. Adapun hadist yang menjelaskan tentang hal tersebut ialah:

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “إذا توضأ أحدكم فليجعل في أنفه ماء ثم لينتثر ومن استجمر فليوتر وإذا استيقظ أحدكم من نومه فليغسل يديه قبل أن يدخلهما في الإناء ثلاثا فإن أحدكم لا يدري أين باتت يده”.

Artinya:

“Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoinya, bahwasannya Rasulullah Saw bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berwudhu, maka hendaknya dia mengalirkan air ke dalam hidungnya kemudian mengeluarkannya. Dan barang siapa yang beristinja’ hendaknya melakukannya sebanyak hitungan ganjil, dan apabila seseorang di antara kalian bangun dari tidurnya, agar mencuci tangannya 3x terlebih dahulu sebelum mencelupkannya ke dalam bejana berisi air, karena seorang di antara kalian tidak tahu di manakah tangannya semalam menginap”

Hadist tersebut sekaligus menjadi dalil bagi orang yang melakukan istinsyaq (memasukan air kedalam hidung).

Bersiawak (Menggosok Gigi)

Dalam hukum Bersiwak sendiri, hukumnya sunnah akan tetap jika di lakukan sebelum wudhu maka mendapat pahala yang duoble sunnah, karena bersiwak sebelum berwudhu hukumnya sunah.

Hadits Nabi Muhammad yang menganjurkan sangat tentang bersiwak ialah:

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

Artinya:

Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak  setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari)

Berkumur-kumur

Berkumur menurut bahasa arabnya berarti Madhmadhah adalah memasukkan air kedalam mulut lalu mengerak-gerakkannya dan menyemburkannya ke luar.

Istinsyaq

Sunah Dan Suatu Yang Membatalkan Wudhu

Sedangkan istinsyaq merupakan sebuah pekerjaan sunah dalam wudhu dengan cara memasukkan air ke dalam lubang hidung lalu menghirupnya sampai ke pangkal hidung. Sementara istinsyar, adalah mengeluarkan air dari dalam hidung setelah beristinsyaq.

Mencelah-Celahi Jenggot Tebal

Adapun mencelah-celahi jenggot ini dilakukan ketika melakukan rukun membasuh muka.

Ukuran tebak jenggot tersebut ialah “jika seseorang yang berbicara di hadapanmu dan dia tidak melihat tembus dari jenggot tersebut! Maka dinamakan jenggot kamu tebal”

Menyapu Seluruh Kepala dengan Air

Hukum sunah ini digunakan oleh madzhab syafi’i karena dalam madzhab lain seperti Maliki dan Hanafi menggunakan air basuhan kepala dan menyambung sekaligus daun telinga yang luar maupun yang di dalam.

Mendahulukan Yang Kanan

 

Begitupun dengan mendahulukan yang kanan hukumnya sunnah bagi seseorang yang hendak membasuh anggota rukun wudhuknya. Contoh: Seperti mengusap telinga yang hukumnya juga sunnah maka dahulukan dengan mengusapnya dari yang kanan sebelum membasuh anggota kirinya.

Mengusap Kedua Telinga

Bagian telinga itu sunah bukan wajib, banyak sampai sekarang orang-orang masih belum tahu bahwa mengusap telinga itu sunnah dan sangat dianjurkan. Adapun mengusapnya hanya dengan membasahi tangan, lalu masukkan jari telunjuk ke bagian dalam daun telinga dan mengkorek-korek bagian dalam telinga, sedangkan bagian luarnya menggunakan jari jempol yang menunggu dari bawah daun telinga bagian belakang.

Menempelkan telapak tangan ke telinga juga hukumnya sunah, sedangkan caranya ialah membasahi tangan lalu menempelkan telapak tangan atau menutup rapat pada telinga.

Menigakalikan (3x) Membasuh

Maksud kesunnahan yang dimaksud kali ini ialah mengulangi setiap perkara yang di lakukan seperti membasuh kepala, membasuh tangan, ataupun mengusap kepala, telinga dan juga kaki. Itu bisa dilakukan sampai 3 kali untuk mendapatkan kesunahan. Adapun lebih dari 3 kali, menurut guru saya hukumnya makruh. Allahu a’lam..

Menyela–nyela Jari-jari Tangan & Kaki

Sunah Dan Suatu Yang Membatalkan Wudhu

Menyela tangan/ kaki berarti menggosok-gosokan tangan dari yang kanan dengan yang kiri dan sebaliknya. Hal ini di anjurkan bagi seseorang yang mengerjakan wudhu yaitu menyela-nyelakan jari tangan maupun jari kaki.
Caranya seperti berikut:

Menyela tangan: Dengan cara menumpuhkan telapak tangan yang kiri bagian dalam, ke atas telapak tangan kanan bagian luar. Lalu menjerjerkan tangan pada setiap celah jari setelah itu di lakukan dengan menggosok-gosokannya.

Tidak Boros Air

Tidak boros adalah tidak berlebih-lebihan dalam pemakaian air karena Rasulullah berwudhu dengan mencuci tiga kali lalu bersabda “Barangsiapa mencuci lebih maka ia telah berbuat kesalahan dan kezhaliman”.

Membaca doa Sesudah wudhu

Membaca doa setelah wudhu hukumnya sunah adapun doa yang sering di pakai ialah:

 

اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّالله وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَ الرَّسُولُ الله اَللهُمَّ جْعَلْنِى مِنَ التَّوَّبِيْنَ وَجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِرِ يْنْ وَجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّلِحِيْنْ

“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.”

Artinya:

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

Begitulah kiranya yang bisa saya sampaikan tentang sunah sunah wudhu. Adapun sesuatu yang bisa membatalkan whudu ialah sebagai berikut:

Sesuatu Yang Membatalkan Wudhu

Setiap perkara yang di lakukan oleh ajaran islam pasti terdapat anjuran dan sesuatu yang dilarang oleh agama karena dapat membatalkan sebuah ibadah, tak lain dari wudhu sendiri juga memiliki perkara-perkara yang membatalkan wudhu kita. Tak lain sebagai berikut:

Keluar Sesuatu Dari Qubul dan Dubur

Banyak kiranya yang sudah faham dengan ini, tak lain misalnya buang air kecil maupun besar, atau keluar angin dan sebagainya. Sebagai mana hadits Rasulullah saw, :
“Allah tidak menrerima shalat di antara kamu jika berhadas, sehingga lebih dahulu ia berwudhu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hilang Akal

Sunah Dan Suatu Yang Membatalkan Wudhu

Banyak contoh yang aneh-aneh dari perkara Hilang akal yang menyebabkan whudu itu hilang dan batal contohnya jatoh terus gila, pingsan, mabuk dan tidur nyenyak. Batasan dari tidur sendiri ialah tidur yang mengalahkan indera pendengar dan indera penglihat (hilang kesadaran).

Menyentuh Lawan Jenis

Tersentuh kulit bukan mahromnya antara laki-laki dan perempuan atau bukan muhrimnya dengan tidak memakai tutup, (muhrim artinya keluarga yang tidak boleh dinikahinya).
Saya tegaskan kembali bahwa yang dimaksud disini adalah kulitnya ya, tidak apa-apa menyentuh bagian tubuh lainnya seperti kuku, rambut dan lain-lain. Sedangkan mata boleh saja asal tidak terdapat kulit yang sudah di tentukan seperti di atas.

Menyentuh Kemaluan Manusia

Tersentuh kemaluan (qubul dan dubur) manusia, dengan tapak tangan atau jari-jarinya yang tidak memakai tutup (walaupun kemaluannya sendiri) juga dapat membatalkan whudu. Hadits Rasulullah saw dari Busrah binti Shafwan r.a. bahwasanya Rasulullah saw bersabda :
“Barang siapa yang menyentuh kemaluannya hendaklah ia berwudhu”. (H.R. Lima Ahli Hadits)
Dalam pembahasan kali ini, dapat kita renungkan bahwa yang diajarkan oleh agama Islam, semua sudah didasari dengan kebersihan dan kesehatan kita sendiri. Jadi masih ragu dengan apa lagi?

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.