Lengkap Tata Cara Sholat | Niat, Bacaan Sholat, Sampai Dzikir

Carakus – Tata Cara Sholat Lengkap. Sholat merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh umat islam yang sudah baligh, sudah berakal dan tentunya masih bernyawa. Mengerjakan kewajiban ini hanya 5 Sholat wardhu dan waktunya pun sudah ditentukan yaitu sholat dzuhur, ashar, maghrib, isya’ dan shubuh. Adapun jika ada  yang melebihi itu adalah sholat sunnah seperti sholat Tahajjud, Sholat Dhuha dan sholat sunnah lainnya.

Menurut bahasa kata sholat berarti do’a yang dikerjakan oleh para hamba dengan tujuan mendekatkan diri kepada Roobnya, Keutamaan dari sholat sendiri sangat banyak, sehingga hizab di akhirat kelak yang pertama kali ditanya oleh ALLAH adalah sholat.

Kewajiban & Udzur Sholat

Sholat merupakan perintah dari ALLAH SWT yang di dapat nabi Muhammad SAW setelah peristiwa Isra’ Mi’raj. Sehingga kemuliaan dari sholat sendiri tidak bisa disamakan dengan puasa yang bisa ditinggalkan dengan ketentuan udzur.

Udzur: Halangan atau sebuah perkara yang menyebabkan orang tersebut tidak bisa menunaikan suatu kegiatan.

Adapun udzur dimana setiap orang boleh meninggalkan sholat fardhu, antara lain.

  • Gila

Orang yang sudah kehilangan akal pikirannya tidak diwajibkan untuk menunaikan sholat. Tapi jika ada orang gila sedang sholat di masjid, saya harap untuk tidak memperdulikannya apalagi mencoba mengusirnya.

  • Anak yang Belum Baligh

Anak yang masih belum dewasa atau tidak tahu membedakan yang mana yang haram dan mana yang halal, tidak wajib menunaikan ibadah shalat. Tetapi untuk masa pembelajaran dari usia 7 tahun, wajib bagi para orang tua memerintahkan dengan didikan sholat, adapun anak yang sudah menginjak usia 10 tahun maka sudah saatnya para orang tua untuk  ketat

  • Wanita Haid

Wanita haid diharamkan mengerjakan sholat, itu karena mudharat dari wanita haid sangat tidak baik jika mengerjakan sholat. Tentunya ALLAH SWT melarang hal tersebut karena ada alasan yang telah fakta.

Seperti pakar hasil penelitian hal tersebut, mengemukakan bahwa ketika wanita haid dapat membahayakan diri seendiri. Terutama saat ia sujud dan ruku, alhasil peredaran darah ke rahim semakin meningkat, dimana sel-sel rahim dan indung telur menyedot banyak darah. Maka dari itu wanita diharamkan untuk mengerjakan ibadah sholat.

Waktu Sholat Lengkap

Shalat lima waktu hukumnya fardhu ‘ain yakni kewajiban 5 sholat sendiri jadi wajib dikerjakan oleh setiap insan. Adapun yang tidak diperbolehkan mengerjakannya sebab terdapat halangan atau udzur

Adapun shalat 5 waktu sudah ditetapkan waktunya sebagai berikut:

Nama SholatWaktu SholatJumlah Raka’at
ShubuhWaktu Shubuh diawali dari munculnya fajar shaddiq, yakni cahaya putih yang melintang di ufuk timur. Waktu shubuh berakhir ketika terbitnya matahari.2
DhuhurWaktu Zhuhur diawali jika matahari telah tergelincir (condong) ke arah barat, dan berakhir ketika masuk waktu Ashar.4
AsharWaktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri. Khusus untuk madzab Imam Hanafi, waktu Ahsar dimulai jika panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri. Waktu Asar berakhir dengan terbenamnya matahari.4
MaghribWaktu Magrib diawali dengan terbenamnya matahari, dan berakhir dengan masuknya waktu Isya.3
Isya’Waktu Isya diawali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit barat, dan berakhir hingga terbitnya fajar shaddiq keesokan harinya.4

Itulah waktu sholat yang telah ditetapkan oleh ALLAH sendiri yang mana kita selaku umat muslim harus menuruti perintah dan menjauhi larangannya, adapun jika tidak mengerjakannya kita akan mendapatkan murkanya.

Tata Cara Sholat Fardhu & Rukun Sholat

Sholat memiliki tata cara khusus yang juga sama sekali tidak memberatkan para hambanya. Terdapat Syarat & Rukun Sholat, Maka dari itu, mari kita kaji tata cara sholat, sebagai berikut:

1. Melafalkan Niat

Niat merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh hamba ALLAH karena tanpa niat dari hati, semua pekerjaan menjadi sia-sia. Begitu pula dalam sholat 5 waktu, niat tersebut menjadi sebuah rukun sholat yang pertama harus dilakukan. Adapun jika kita meragukan sebuah niat maka sholat kita tidak sah dan harus membatalkan atau mengulangi sholat tersebut

Beginilah 5 Niat Sholat yang benar, Tulisan arab-latin beserta artinnya.

  • Niat Sholat Shubuh
اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Latinnya:

USHOLLII FARDHOSH SHUBHI ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Artinya : “Aku berniat shalat fardu Shubuh dua raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”

  • Niat Sholat Dzuhur
اُصَلّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Latinnya:

USHOLLII FARDHODL DHUHRI ARBA’A RAKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Artinya : “Aku berniat shalat fardu Dhuhur empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”

  • Niat Sholat Ashar
اُصَلّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى 
Bacaan Latinnya:

USHOLLII FARDHOL ‘ASHRI ARBA’A RAKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Artinya : “Aku berniat shalat fardu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”

  • Niat Sholat Maghrib

اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Latinnya :

USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Artinya : “Aku berniat shalat fardu Maghrib tiga raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”

  • Niat Sholat Isya’
اُصَلّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى 
Bacaan Latinnya:
USHOLLII FARDHOL ‘ISYAA’I ARBA’A RAKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Artinya : “Aku berniat shalat fardu ‘Isya empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”

2. Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram yaitu mengangkat kedua tangan minimal sampai dada, lalu mengucapkan kalimat الله أَكْبَر (ALLAH HU AKBAR) sembari bersamaan melafalkan niat didalam hati sesuai niat sholatnya, itu menurut imam Syafi’i.

+ Sunnah Menambahkan Bacaan Do’a Iftitah

Setelah takbir disunnahkan membaca do’a iftitah yaitu:

اَللهُ اَكْبَرْكَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ للهِ بُكْرَةً وَاَ صِيْلَا, اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ حَنِيْفًامٌسْلِمًا وَمَ اَنَامِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ, اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْ تُ وَاَنَامِنَاْلمُسْلِمِيْنَ

Bacaan Latinnya:

“Allahu akbar kabiraa wal-hamdu lillahi katsiiraa wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa, Innii wajjahtu wajhiya lil-laadzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wa maa ana minal-musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil -‘aalamiin, Laa syariikalahu wa bi dzaalika umirtu wa ana minal -muslimiin”.

Artinya: 

“Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyirikin. Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.”

Hal ini hanya sunnah apabila kita mengerjakan akan mendapat pahala, tetapi jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa dan sholatnya sah.

3. Membaca surah Al-Fatihah pada tiap-tiap raka’at

Membaca surat al Fatihah dalam setiap roka’at hukumnya wajib. Dan termasuk dalam roka’at sholat.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  (١
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (1)
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  (٢
Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin
Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam (2)
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  (٣
Ar-rahmaanir-rahiim
Yang Pengasih dan Penyayang (3)
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ  (٤
Maaliki yaumid-diin
Yang menguasai hari kemudian (4)
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ  (٥
Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan (5)
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  (٦
Ihdinash-shiraatal-mustaqiim
Tunjukilah Kami jalan yang lurus (6)
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ  (٧. آمِيْنَ
Shiraatal-ladziina an’amta ‘alaihim Ghairil-maghdhuubi ‘alaihimwa ladh-dhaalliin. Aamiin
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (7)

 + Sunnah Membaca Surat-surat Al-Qur’an

Membaca surat-surat pendek seperti Annas, Yasin atau surat apa saja yang ada didalam Al qur’an.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Qul a’uudzu bi rabbin-naas
Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia (1)
مَلِكِ النَّاسِ
Malikin-naas
Raja Manusia (2)
إِلهِ النَّاسِ
Ilaahin-naas
Sembahan Manusia (3)
مِنْ شَرِّ الْوَسْواسِ الْخَنَّاسِ
Min Syarril-waswaasil-khannaas
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi (4)
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِالنَّاسِ
Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (5)
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Minal-jinnati wan-naas

Dari (golongan) jin dan manusia (6)

4. Ruku’ dengan thuma’ninah

Setelah membaca surat al qur’an, lalu kembali melakukan sunnah takbir, setelah itu langsung menundukkan lurus badan sampai kepala dengan melihat ke arah sujud dan kedua tangannya memegang lutut seraya berkata.

3x سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal ‘adhiimii wa bi hamdih. 3x

Artinya:
“Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.”

5. I’tidah

Seusai Rukuk yang thuma’ninah, maka tata cara sholat selanjutnya, berdiri dengan posisi badan lurus dan sunnah mengangkat kedua tangan dan berkata

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami’allaahu li man hamidah

Artinya:
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Sedangkan bacaan Iktidal itu sendiri ialah:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُمِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْد
Artinya:
“Rabb kami, hanya untuk_mu lah segala pujianSepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya”.

+ Qunut

Qubut merupakan sebuah do’a yang biasanya dikerjakan setelah i’tidal pada sholat shubuh.

6. Sujud Pertama

Rukun sholat selanjutnya ialah membungkukkan badan atau menunduk menempelkan dahi.

Syarat sah sujud

Syarat sah sujud ialah menempelnya 7 anggota badan ke bumi, diantaranya:

  1. Dahi. (tanpa terhalang oleh kain yang dipakai.
  2. Telapak Tangan Kanan.
  3. Telapak Tangan Kiri.
  4. Lutut Kanan.
  5. Lutut Kiri.
  6. Kaki kanan dengan menekuk jari-jari (jari menghadap ke arah kiblat).
  7. kaki kiri juga sama menekuk jari-jari (jari menghadap ke arah kiblat).
  8. Tumakninah.

Setelah sempurna 7 anggota tubuh tersebut menyentuh ke bumi, maka langsung saja melafalkan kalimat.

3x سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal-a’laa wa bi hamdih. 3X

Artinya :
“Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya”

7. Duduk Antara Dua Sujud

Lalu setelah selesai mengerjakan sujud, maka bangkit dari duduknya dengan posisi kaki menekuk di bawah paha serta sunnah jari-jari kaki kanan bertekuk ke arah kiblat. Adapun bacaannya.

رَبِّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِىْ وَاجْبُرْنِىْ وَارْفَعْنِى وَارْزُقْنِىْ وَاهْدِ نِىْ وَعَا فِنِىْ وَاعْفُ عَنِّىْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk da berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

8. Sujud Kedua

Sujud yang kedua, cara pengerjaannya sama dengan sujud yang pertama. Dari posisi sampai bacaannya.

9. Duduk Tasyahud atau Tahiyat

Tasyahud merupakan duduk di akhir shalat, duduk tasyahud ialah meletakkan kedua tangan diatas pah, telapak tangan kiri terbuka sedangkan tangan kanan menekuk 3 jari (menggenggam) lalu posisi ibu jari menempel pada ujung jari tengah.

+ Tasyahud awal

Tasyahud awal hukumnya sunnah, tentu memiliki keutamaan yang lebih pula. Tahiyat awal merupakan duduk setelah rakaat kedua dari sholat yang memiliki rakaat lebih dari dua.

  • Duduk dalam tasyahud awal menggunakan Duduk Iftiras, yakni duduk yang bertumpu di atas mata kaki kiri serta menegakkan telapak kanan lalu meletakkan ujung jari kaki kanan di bumi menghadap kiblat. Duduk ini dilakukan pada semua kondisi duduk dalam shalat.

Bacaan tasyahud awal

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Bacaan Latinnya:

At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh

Artinya:

“Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya)” (HR. Muslim no. 403).

Tasyahud Akhir

Tasyahud Akhir adalah rukun sholat yang wajib dikerjakan oleh semua umat muslim. Posisi duduk tahiyat akhir khusus menggunakan duduk tawaruk.

  • adapun duduknya dalam tasyahud akhir menggunakan Duduk tawaruk yakni duduk seperti duduk tasyahud awal hanya saja kaki kiri melingkar/menyilang dibawah kaki kanan, lalu pantatnya menempel ke bumi.

Makmum masbuk dan orang yang hendak sujud sahwi dianjurkan menggunakan duduk iftiras dan hanya tidak dianjurkan menggunakan duduk tawaruk.

Dan untuk bacaan tasyahud akhir sama dengan tasyahud awal, hanya saja didalam madzhab syafi’i ditambah dengan bacaan.

السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Bacaan Latinnya:

ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWAATUT TOYYIBAATULILLAAH ASSALAAMU’ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUHU ASSALAAMU’ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBAADIL-LAAHISH-SHOOLIHIINA. ASYHADU ANLAA ILAAHA IL-LALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAAH. ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN. KAMAA SHOL-LAITA ‘ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIMA WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIMA WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA BAAROKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIMA WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIMA FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN
Artinya:
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selamatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selamatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

10. Membaca shalawat Nabi di dalam tasyahud

Bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad hukumnya wajib jadi, jika seseorang yang sedang sholat tidak mengucapkan sholawat maka sholatnya tidak sah dan harus mengulangi sholatnya kembali dari awal.

Adapun sholawat tersebut seperti ini yang biasa di amalkan oleh para muslim di Indonesia

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Ya Tuhan kami, selamatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selamatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung”.

11. Membaca Salam Pertama

Terakhir rukun sholat adalah Salam, yaitu menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri. Rukun salam menurut para ulama ialah “pipinya terlihat dari belakang”. Sehingga para ulama berfatwa bahwa “batas sahnya salam sholat ialah melihat bahu diri sendiri”.

Seperti Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ

Artinya:

“Dari ‘Amir bin Sa’ad dari bapaknya, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri hingga aku melihat pipinya yang putih.” (HR. Muslim no. 582)

Sembari menolehkan kepala tersebut dengan mengucapkan do’a salam berupa:

اَلسَّلَا مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُ اللهِ
As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaah
Artinya :
“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian”

12. Tertib

Tata cara sholat yang terakhir ialah Tartib. Tertib menurut bahasa berarti “berurutan” begitu pun juga dalam mengerjakan rukun-rukun shalat. Kita di tuntut untuk seperti yang diajarkan oleh nabi, yakni tanpa mendahulukan yang akhir dan tidak mengakhiri yang pertama.

Seperti juga dalam mengerjakan Thuma’ninah, meski rukun ini tidak memiliki gerakan tersendiri, tapi tumakninah wajib diterapkan disetiap gerakan sholat dan termasuk salah satu rukun sah sholat. Disunnahkan juga Di setiap gerakan sholat mengucapkan kalimat Takbir (اَللهُ اَكْبَرْ ).

Begitulah kiranya yang bisa saya sampaikan, jika terdapat kesalahan mohon di kritik dengan baik karena saya juga manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Semoga dari artikel tata cara sholat diatas, bisa berguna bagi saya sendiri, kepada pembaca dan bisa beramal untuk orang lain juga. Sekian dari saya terima kasih.

Oh ya! Karena kita sekarang berada di bulan Suci Ramadhan, biasanya terdapat percekcokan antara seorang mukmin mengerjakan sholat tarawih dengan jumlah 2o rakaat dan orang yang mengerjakan sholat tarawih dengan jumlah 8 rakaat, maka jangan lupa untuk membaca juga Bacaan Bilal Tarawih & Berapakah Rakaat Sholat Tarawih yang Benar?

السلام عليكم By: Carakus.com

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.