Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis Tembang Lengkap Dengan Contohnya

Carakus – Penjelasan Tembang Macapat. Hello saudara! Gimana kabarnya? Semoga baik-baik saja ya. Oke, kita sekarang akan mengenal tentang kesenian budaya yang masih banyak digemari oleh masyarakat umum. ada yang kenal dengan tembang macapat?

Yups, Tembang Macapat merupakan karya sastra yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh orang indonesia khususnya orang jawa. Biasanya kesenian ini diadakan saat terdapat sebuah acara keraton (darah biru) ataupun acara umum (tapi jarang juga sih). Jelasnya Tembang Macapat itu adalah puisi tradisional jawa.

Yang menjadi keunikan dari macapat adalah setiap bait macapat memiliki pembagian dalam asetiap kalimat atau biasa kita sebut “Gatra”, setiap gatra mempunyai jumlah suku kata (guru wilangan) tertentu dan berbunyi pada bagian akhir sajak dinamakan guru lagu.

Struktur Macapat

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Pada umumnya tembang macapat telah pecah dengan mengandung keunikan dan karakter tersendiri, serta dalam penulisan pun memiliki aturan khusus dalam membuatnya.

Maksud dari arti kata “aturan khusus” tersebut bisanya kita sebut dengan guru maupun patokan. Nah, dalam dunia macapat terdapat 3 guru yaitu:

  • Pengertian Guru gatra: Banyaknya jumlah baris dalam satu bait.
  • Guru wilangan: Banyaknya jumlah suku kata dalam setiap baris.
  • Guru lagu: Penempatan jatuhnya sebuah suara dalam setiap baris.

Arti dari Tembang Macapat

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Pada dasarnya arti kata macapat banyak yang menafsirkan. Salah satunya menurut umum maca papat-papat (membaca empat-empat) maksudnya ialah cara membaca tiap empat suku kata. Tapi tidak hanya itu, seperti kata pat yang merujuk pada jumlah tanda diatris (sandhangan) aksara jawa yang relevan dalam penembangan macapat.

Dan ada lagi dari yang menafsirkan kata macapat adalah kata yang berasal dari frasa macapat-lagu yang berarti “melagukan nada keempat”

“Eh, tembang macapat cilik diciptakan oleh sunan Bonang lho..!”

Yups, tembang cilik diciptakan oleh sunan Bonang dan diturunkan kepada semua para wali. Adapun dengan tembang tengahan diciptakan oleh Resi Wiratmaka yang menjadi pandita istana Janggala lalu disempurnakan lagi oleh pangeran Panji Inokarpati bersama saudaranya.

Sejarah Macapat

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Seperti yang kita tahu bahwa macapat muncul pada wilayah jawa,yups tepatnya pada bagian kerajaan Majapahit. Dan pada masa itu yang memulai mempengaruhi masyarakat untuk mengenal sastra macapat adalah sunan Bonang, serta diteruskan kepada Walisongo lainnya pada akhir masa Majapahit. Tapi hal itu hanya berlaku di wilayah Jawa Tengah saja.

Ada pula pada bagian Jawa Timur dan Bali, macapat sudah terkenal sebelum agama Islam masuk ke wilayah sana. Dikatakan seperti itu karena terdapat sebuah teks dari Bali yang berjudul Kidung Ranggalawe telah selesai ditulis pada tahun 1334 M.

Macam- Macam Tembang Macapat

Pengertian Tembang Macapat

Nah, dari penjelasan diatas mungkin kita sudah sedikit mengerti tentang karya sastra macapat. Yups, begitulah yang nyata adalah meski banyak pendapat yang menafsirkan apa itu macapat dari perkata “macapat” serta berbagai perbedaan tafsir “tembang” yang ada dalam macapat.

Contoh kecil saja, misalnya tentang penafsiran janin dalam rahim banyak yang mengatakan bahwa itu adalah tembang Maskumambang, tapi juga banyak pula pendapat tafsir itu adalah seorang anak yang telah lahir dari dalam rahim.

Meski sangat banyak dalam perbedaan tafsir macapat, namun dari sisi lain tetap menggunakan patokan yang sama dari guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan. Dan aturan-aturan buku juga masih harus tetap sama.

“Kok bisa gitu ya?”

Jawaban yang sangat masuk akal dan terbukti adalah keyakinan oleh sebagian besar orang jawa mempercayai, jika macapat adalah makna manusia dalam menempuh hidupnya, proses dimana sang pencipta yang maha Esa memberikan ruh-Nya kepada kita, hingga ajal manusia kembali kepada-Nya.

Nah, maksud dari perjalanan ruh, kehidupan manusia hingga kematian manusia tersebut telah tergambarkan dalam sebelas jenis-jenis macapat ini:

Tembang di bagi menjadi 3 sebagai berikut:

Tembang Cilik, Yaitu:

Sinom

 

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang sinom:

  • Guru gatra: 9.

Yang berarti Tembang Sinom mempunyai 9 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, & 12.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama hingga kalimat ketiga memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat ke empat memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat ke lima memiliki jumlah 7 suku kata, kalimat ke enam memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat ke tujuh memiliki 7 suku kata, kalimat ke delapan memiliki 8 suku kata, dan kalimat terakhir memiliki jumlah suku kata 12 suku kata.

  • Guru Lagu: a, i, a, i, i, u, a, i, a.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal a, i, a, i, i, u, a, i, a.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Nah, dalam contoh diatas berpesan. Agar anak muda memiliki perilaku baik entah itu siang maupun pada malam hari, hal tersebut bermaksud jika orang mampu menahan diri dari hawa nafsu atau mengontrol emosi, bisa menentramkan diri sendiri juga orang lain.

Tembang Sinom di ambil dari Kata sinom yang dari pandangan lain memiliki penelusuran kata yang berarti sinoman, berarti sinoman adalah sekumpulan anak muda yang membantu orang yang akan berhajat atau syukuran kepada tuhannya.

Namun dalam bahasa jawa sinom adalah sebuah daun muda yang biasa dijadikan jamu. Definisi lain dari sinom sebagai si enom yang artinya (masih muda). Dan mungkin masih banyak definisi lainnya.

Dhandhanggula

 

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Dhandhanggula:

  • Guru Gatra: 10.

Yang berarti Tembang Dhandhanggula mempunyai 10 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 10, 10, 8, 7, 9, 7, 6, 8, 12, 7.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama hingga kalimat ke-2 memiliki jumlah 10 suku kata, kalimat ke-3 memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat ke-4 memiliki jumlah 7 suku kata, kalimat ke-5 memiliki jumlah 9 suku kata, kalimat ke-6 memiliki 7 suku kata, kalimat ke-7 memiliki 6 suku kata, kalimat ke-8 memiliki jumlah suku kata 8 suku kata, kalimat ke-9 memiliki jumlah suku kata 12 suku kata, & kalimat ke-10 memiliki jumlah suku kata 7 suku kata.

  • Guru Lagu: i, a, e, u, i, a, u, a, i, a.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal a, i, a, i, i, u, a, i, a.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Dalam Tembang Macapat Dhangdanggula adalah sebuah masa depan seperti cita-cita, angan-angan, atau sebuah harapan. Tapi sangat jelas juga menurut bahasa dari arti kata “dhandang” dan arti kata “gula” berarti sesuatu yang manis. Beda lagi dengan pengartian lain yaitu dari arti kata “dhandang” yang berarti burung gagak (duka).

Dan kesimpulan yang tepat dari kata dhandanggula itu adalah sebuah masa depan yang memiliki harapan cerah maupun gelap. Tapi dalam pembawaan tembang dhandanggula banyak yang menyiarkan tentang kecocokan dua orang insan, atau keberhasilan apa yang mereka capai.

Maskumambang

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Maskumambang:

  • Guru Gatra: 4.

Yang berarti Tembang Maskumambang mempunyai 4 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 12, 6, 8, 8.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama memiliki 12 suku kata, kalimat ke dua memiliki jumlah 6 suku kata, kalimat ke tiga memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat terakhir memiliki jumlah suku kata 8 suku kata.

  • Guru Lagu: i, a, i, a.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal i, a, i, a.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Tembang Macapat Maskumambang sering menceritakan tentang awal mulanya tercipta manusia. Selalu menceritakan sesosok embrio yang berada di dalam kandungan, tepatnya yang masih belum menjadi bentuk jati dirinya, dan juga tidak tampak jenis kelaminnya.

Disinilah para pengarang macapat mencurahkan semua perasaan resah, sedih, ketika seseorang tak berdaya , cemas dalam kehidupan dan semua keluhan dari dalam dirinya.

Kinanthi

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Kinanthi:

  • Guru Gatra: 6.

Yang berarti Tembang Kinanthi mempunyai 10 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 8, 8, 8, 8, 8, 8.

Yang berarti dari jumlah pertama hingga kalimat terakhir memiliki jumlah sama pukul rata 8 suku kata.

  • Guru Lagu: u, i, a, i, a, i.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal u, i, a, i, a, i.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Menurut Bahasa arti dari kata Kinanthi adalah berasal dari kata dikhanti-khanti yang berarti arahan, didampingi, dibimbing. Nah, dalam tembang kinanthi ini para penyair menyinggung keras kepada anak remaja yang baru beranjak dewasa. Dibuatnya kinanthi karena hanya anak yang berusia seperti itu, tak sempat yakin pada keyakinannya.

Biasanya sifat remaja yang menginjak masa dewasa akan mencari jati dirinya. Nah, maksud dan tujuan tembang kinanthi ini agar bisa membimbing para anak muda agar bisa menjadi pribadi yang konsisten.

Yang sering disinggung dalam dunia tembang kinanthi adalah anak remaja yang sedang kasmaran, asih, senang dengan pujaan hatinya.

Asmaradana

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Asmaradana:

  • Guru Gatra: 7.

Yang berarti Tembang Asmaradana mempunyai 10 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan:  8, 8, 8, 8, 7, 8, 8.

Yang berarti dari jumlah pertama hingga kalimat keempat memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat kelima memiliki jumlah 7 suku kata, memiliki jumlah 8 suku kata, dan kalimat ke enam hingga kalimat terakhir memiliki jumlah 8 suku kata.

  • Guru Lagu: a, i, e , a, a, u, a.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal a, i, e , a, a, u, a.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Tembang Macapat Asmaradana yang banyak diminati oleh golongan anak muda yang bergejolak pada masanya. Yups pada tembang asmaradana sangat sekali digambarkan macam-macam gejolak asmara, belas kasih sesama manusia, cinta kepada tuhannya, cinta kepada alam dan lingkungannya.

Asmaradana juga memiliki arti dari kata “asmara” dan “dahana” yang memiliki arti api asmara. Namun sangat ditekankan dalam asmaradana cinta itu tak hanya harus kepada sesama  manusianya, melainkan juga kepada tuhannya, dan kepada alam semesta yang kita pijak ini.

Durma

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Durma:

  • Guru Gatra: 7.

Yang berarti Tembang Durma mempunyai 4 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 12, 8, 6, 7, 8, 5, 7.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama memiliki 12 suku kata, kalimat ke dua memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat ke tiga memiliki jumlah 6 suku kata, kalimat ke empat memiliki jumlah 7 suku kata, kalimat ke lima memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat ke enam memiliki jumlah 5 suku kata, kalimat terakhir memiliki jumlah suku kata 7 suku kata.

  • Guru Lagu: a, i, a, a, i, a, i.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal a, i, a, a, i, a, i.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Tembang Macapat Durma diartikan dengan tata krama atau mundurnya etika menggambarkan tentang kondisi manusia ketika sedang berada dalam keadaan makmur, dan sangat banyak menikmati kepuasan yang diberikan oleh tuhannya.

Namun yang terjadi adalah manusia bakal lupa untuk bersyukur kepada tuhannya dalam kondisi penuh kenikmatan, dan akan ingat bila dalam keadaan terpuruk rapuh.

Maka, didalam Macapat Durma sifat-sifat yang dialami oleh manusia seperti sifat sombong, angkuh, serakah, emosi dan selalu meremehkan orang lain. Biasanya durma digambarkan sifat-sifat berontak, penyemangat perang, amarah. dan sangat cenderung menyinggung perbuatan buruk.

Pangkur

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Pangkur:

  • Guru Gatra: 8.

Yang berarti Tembang Pungkur mempunyai 8 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 8, 11, 8, 7, 12, 8, 8.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama memiliki 12 suku kata, kalimat ke dua memiliki jumlah 6 suku kata, kalimat ke tiga memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat terakhir memiliki jumlah suku kata 8 suku kata.

  • Guru Lagu:  a, i, u, a, u, a, i.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal  a, i, u, a, u, a, i.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Tembang Macapat Pangkur adalah sebuah karya sastra yang menggambarkan sebuah penyesalan pada waktu sebelum-sebelumnya. Ada juga yang menjelaskan bahwa macapat pangkur itu adalah seorang yang masuk pada usia senja dia hendak “bernostalgia” tentang masa lalunya yang buruk.

Seperti arti kata “mungkur” yang berarti “mundur/mengundurkan diri”, hal itu dikarenakan tembang pangkur sangat berpengaruh dalam proses memulainya seseorang, untuk mendekatkan diri kepada kehidupan spiritualnya atau mulai untuk mengingatkan kehidupan seseorang kepada tuhannya.

Mijil

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Mijil:

  • Guru Gatra: 4.

Yang berarti Tembang Mijil mempunyai 4 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 12, 6, 8, 8.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama memiliki 12 suku kata, kalimat ke dua memiliki jumlah 6 suku kata, kalimat ke tiga memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat terakhir memiliki jumlah suku kata 8 suku kata.

  • Guru Lagu: i, a, i, a.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal i, a, i, a.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Arti filosofi dari Tembang Macapat Mijil tersebut adalah benih yang baru lahir. Di lain kata, mijil mempunyai kemiripan kata yaitu “wijil” yang berarti lawang atau pintu. Dan pendapat lain mengatakan bahwa mijil itu memiliki arti kata “keluar”.

Macapat Mijil menempati posisi kedua dari urutan kehidupan manusia setelah Macapat Maskumambang, meski sama-sama menggambarkan proses bayi tapi mijil menempati fokus pada bayi yang baru lahir.

Maksud dari gambaran macapat mijil adalah bayi yang baru lahir itu suci bagaikan “kertas yang putih yang polos”  jadi tidak ada dosa sama sekali meskipun dia hasil di luar nikah.

Pocung

 

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Pocung.

  • Guru Gatra: 4.

Yang berarti Tembang Pocung mempunyai 4 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 12, 6, 8, 12.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama memiliki 12 suku kata, kalimat ke dua memiliki jumlah 6 suku kata, kalimat ke tiga memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat terakhir memiliki jumlah suku kata 12 suku kata.

  • Guru Lagu: i, a, i, a.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal i, a, i, a.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Yang terakhir dari Tembang Macapat Cilik adalah Tembang Macapat Pocung mendengar namanya saja sudah tidak asing lagi bagi orang Indonesia. Yups, pocung yang berarti pocong atau proses akhir manusia dari kehidupan dunia/jenazah. Pocung ini menggambarkan sekaligus memperingati manusia agar mengingat akan adanya kematian.

Uniknya lagi yaitu macapat pocung ini meski mengingatkan pada kematian, tapi banyak juga berhiaskan teka-teki, bahkan banyak dari itu yang mengandung selera humor, jenaka, dan menunttut manusia agar mencari, memikirkan dari teka-teki tersebut.

Tengah yaitu:

Jurudhemung

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Jurudhemung:

  • Guru Gatra: 7.

Yang berarti Tembang Jurudhemung mempunyai 4 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 8, 8, 8, 8, 8, 8, 8.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama hingga baris kalimat terakhir memiliki 8 suku kata.

  • Guru Lagu: a, u, u, a, u, a, u.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal a, u, u, a, u, a, u.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Wirangrong

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Wirangrong:

  • Guru Gatra: 6.

Yang berarti Tembang Wirnagrong mempunyai 4 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 8, 8, 10, 6, 7, 8.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama memiliki 8 suku kata, kalimat ke dua memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat ke tiga memiliki jumlah 10 suku kata, kalimat ke empat memiliki jumlah 6 suku kata, kalimat ke lima memiliki jumlah 7 suku kata, kalimat terakhir memiliki jumlah suku kata 8 suku kata.

  • Guru Lagu: i, o, u, i, a, a.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal i, o, u, i, a, a.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Balabak

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Balabak:

  • Guru Gatra: 6.

Yang berarti Tembang Balabak mempunyai 6 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 12, 3, 12, 3, 12, 3.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama hingga baris kalimat terakhir memiliki 8 suku kata.

  • Guru Lagu: a, e, a, e, a, e.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal a, e, a, e, a, e.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Gambuh

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Gambuh:

  • Guru Gatra: 5.

Yang berarti Tembang Gambuh mempunyai 5 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 7, 10, 12, 8, 8.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama hingga baris kalimat terakhir memiliki 8 suku kata.

  • Guru Lagu: u, u, i, u, o.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal u, u, i, u, o.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Tembang Macapat Gambuh adalah sebuah kesatuan dua hati atau dalam rangkaian sekar dalam dunia macapat memiliki “cocok” “sepaham”. Tujuan dari tembang Gabuh yaitu untuk menggambarkan seseorang yang hendak menikah, sudah ada persetujuan dari orang tua keduanya, jelasnya setelah menempuh tembang Macapat Asmaranda diatas.

Gambuh memiliki watak yang rama pada siapapun penasehat, mengajarkan, saling silaturrahmi, serta adil dan bijaksana.

Megatruh

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Megatruh:

  • Guru Gatra: 5.

Yang berarti Tembang Megatruh mempunyai 5 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 12, 8, 8, 8, 8.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama hingga baris kalimat terakhir memiliki 8 suku kata.

  • Guru Lagu: u, i, u, i, o.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal u, i, u, i, o.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Kata Megatruh dibagi menjadi dua kata yaitu “Megat” atau “pegat” yang berarti putus, perpisahan. Dan adapun kata “ruh” adalah nyawa maupun ruh manusia. Titik gambar tembang Megatruh disaat manusia berada dalam keadaan sakaratul maut.

Sifat yang dimiliki oleh tembang Magatruh adalah sedih, prihatin, dan sebuah penyesalan yang tiada akhir.

Tembang Gedhe yaitu:

Girisa

Pengertian Tembang Macapat Sejarah, Jenis, Gambar, Contohnya

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Girisa:

  • Guru Gatra: 8.

Yang berarti Tembang Girisa mempunyai 8 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 8, 8, 8, 8, 8, 8, 8.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama hingga baris kalimat terakhir memiliki 8 suku kata.

  • Guru Lagu: a, a, a, a, a, a, a, a.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal a, a, a, a, a, a, a, a.

Contoh:

Pengertian Tembang Macapat

Tembang Macapat Girisa ini yang paling diingat oleh semua orang karena memiliki akhiran kata yang sangat mudah, hanya memiliki kata akhir sama.

Yups sekian dari artikel Tembang Macapat ini semoga bermanfaat. Dan terima kasih. Mungkin kedepannya saya akan menuliskan tentang Geguritan Bahasa Jawa. Yang kemungkinan besar banyak masyarakat kita yang memerlukan hal ini.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.