Pengertian Tembang Pocung Lengkap Video & Contoh

Carakus. Pengertian Tembang Pocung. Selamat berbahagia bagi pengantin baru! Bagi yang belum menjadi pengantin,  juga tidak apa-apa ikutan berbahagia hehe.. Oke! Langsung saja kita kembali ke materi selanjutnya, yaitu kemarin yang kita bahas itu lho! Jika tidak tahu silahkan tuju pengertian Tembang Macapat terlebih dahulu.

Nah, dalam kali ini kita akan membahas salah satu tembang, yang semakin menarik saja jika kita bahas. Coba saja tidak di bahas pasti tidak akan menarik bukan? hhhh

Yups! Macapat merupakan sebuah puisi atau syair lagu yang merupakan asli kesenian orang Jawa. Di dalam dunia Macapat ialah memberi nasehat kepada manusia yang masih bernyawa maupun manusia yang sudah tidak bernyawa atau manusia yang hampir kehilangan nyawanya.

Menyinggung tentang nyawa, jadi kita sekarang akan membahas tentang Tembang Pocung.

Pengertian Tembang Pocung

Tembang pucung merupakan tembang terakhir dalam struktur Tembang Macapat Cilik, Tembang Pocung atau juga disebut sebagai pucung karena nama ini diambil dari manusia yang sudah tidak bernyawa dan juga bisa dibilang jenazah seseorang yang sudah kehilangan nyawanya.

Sesuai dengan namanya yang berarti akhir perjalanan hidup manusia di dunia. Nah, tugas tembang pucung memiliki peranan penting agar para manusia mengingat yang namanya mati, wafat, meninggal, kehilangan nyawa, K.O dan bahasa-bahasa yang lainnya.

Mungkin jika kita kaji lebih dekat, tembang macapat pocung ini memiliki keunikan lebih dari pada yang lainnya yaitu meski kedengarannya menyeramkan dengan membahas / mengingatkan seseorang dari kematian yang menanti mereka. Namun uniknya cra penyampaiannya lebih dengan menyelipkan teka-teki sampai kebanyakan dari hal tersebut mencantumkan selera humor.

Sehingga para manusia harus menemukan jawaban dari teka-teki tersebut dengan cara yang unik dan berguyon.

Arti Lain Tembang Pocung

Pengertian Tembang Pocung

Tembang macapat pocung adalah salah satu jenis puisi yang di lantunkan dengan menggunakan alat musik berupa tembang. Dalam artian Tembang Macapat Pocung adalah tetembangan yang di gunakanoleh masyarakat jawa untuk mengingat sesorang dalam kematian. Seperti potongan ayat Allah SWT dalam surat Al-Ankabut ayat 57:

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ

kullu nafsin dzaiqatul maut…

Artinya:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan…” (QS. Al-Ankabut : 57)

Watak Pocung

Aturan dari watak yang menegaskan tentang kematian harunya memiliki karakteristik kesedihan, kedukaan bagi setiap orang. Namun hal itu lain dengan Temban Pocung, dimana menceritakan sebuah kematian dengan cara yang lelucon dan penuh teka teki, nasehat seperti ini mengandung watak tegas, humor dari berbagai nasehat akhir hayat manusia.

Makna Pocung

Seperti yang dijelaskan diatas yaitu makna bahas dari kata “pocong” yaitu jasad seseorang yang sudah tidak bernyawa lagi atau sudah kehilangan nyawanya. Maka ia akan di bungkus dengan kain putih dengan syarat tertentu, adapun juga pocong tersebut belum di kuburkan.

Pertanyaannya?

Kenapa pocong hanya ada di negara Indonesia? 

Atau apakah orang luar negeri itu rata-rata tidak ingin dihantui oleh pocong?

“Jawabannya bisa di jawab dalam komentar”

Dari materi yang saya pelajari ternyata tembang pucung ini, diambil dari Filosofi yang diadakan sebuah dalam rangka pelepasan akhir hayat seseorang.

Lalu untuk kepergian terakhirnya dilakukan sebuah acara penghormatan yaitu dengan dimandikan, dipakaikan wangi-wangian, di sholatkan, lalu di usung bagaikan raja/ratu, setelah itu prosesi penguburan jenazah di liang lahat. Semuanya di lakukan dengan cara mulia hal itu dilakukan sebagai tanda hormat terakhir untuk jenazah.

Sejarah Tembang Pocung

Sejarah Tembang Pocung

Diambil dari cerita masyarakat jawa bahwa Tembang tersebut merupakan ajaran para sesepuh mereka untuk mengajak seseorang ke jalan yang lurus, akan tetapi dengan ajakan yang penuh misteri dan tanda tanya maka masyarakat semakin lebih Kepo dalam mencari tahu apa itu ajaran yang benar.

Guru Pocung

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Pocung.

  • Guru Gatra: 4.

Yang berarti Tembang Pocung mempunyai 4 baris kalimat atau larik.

  • Guru Wilangan: 12, 6, 8, 12.

Yang berarti dari jumlah barisan pertama memiliki 12 suku kata, kalimat ke dua memiliki jumlah 6 suku kata, kalimat ke tiga memiliki jumlah 8 suku kata, kalimat terakhir memiliki jumlah suku kata 12 suku kata.

  • Guru Lagu: i, a, i, a.

Yang berarti dari setiap akhir suku kata di setiap baris akhir kalimatnya, harus berakhir dengan vokal i, a, i, a.

Contoh Tembang Pocung

contoh Tembang Macapat Pocung

Seperti yang kita jelaskan di atas bahwa Tembang macapat Pocung merupakan nasehat yang memiliki karakter jiwa jenaka, berikut ini adalah contoh yang bisa kita tampilkan:

Angkara gung neng angga anggung gumulung
(Kejahatan besar di dalam tubuh kuat menggelora)
Gegolonganira
(Menyatu dengan diri sendiri)
Triloka lekeri kongsi
(Menjangkau hingga tiga dunia)
Yen den umbar ambabar dadi rubeda.
(Jika dibiarkan akan berkembang menjadi bencana)

=========

Ngelmu iku kalakone kanthi laku
(Ilmu itu hanya dapat diraih dengan cara dilakukan dalam perbuatan)
Lekase lawan kas
(Dimulai dengan kemauan)
Tegese kas nyantosani
(Artinya kemauan yang menguatkan)
Setya budaya pangekese dur angkara
(Ketulusan budi dan usaha adalah penakluk kejahatan)

=========

Durung becus kesusu selak besus
(Belum mumpuni tergesa-gesa untuk berceramah)
Amaknani rapal
(Mengartikan hafalan)
Kaya sayid weton mesir
(Seperti sayid dari Mesir)
Pendhak pendhak angendhak Gunaning jalma
(Setiap saat meremehkan kemampuan orang lain)

=========

Yeku patut tinulat tulat tinurut
(Sebenarnya itulah yang pantas dilihat, dicontoh dan patut diikuti)
Sapituduhira
(Sebagai nasehatku)
Aja kaya jaman mangkin
(Jangan seperti zaman nanti)
Keh pra mudha mundhi diri Rapal makna
(Banyak anak muda menyombongkan diri dengan hafalan arti)

=========

Taman limut durgameng tyas kang weh limput
(Dalam kabut kegelapan, angkara dihati yang selalu menghalangi)
Karem ing karamat
(Larut dalam kesakralan hidup)
Karana karoban ing sih
(Karena temggelam dalam kasih sayang)
Sihing sukma ngrebda saardi pengira
(Kasih sayang sukma (sejati) tumbuh berkembang sebesar gunung)

=======

Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun
(Tetapi berbeda dengan yang sudah suka menyepi)
Semune ngaksama
(Tampak sifat pemaaf)
Sasamane bangsa sisip
(Antar manusia yang penuh salah)
Sarwa sareh saking mardi martatama
(Selalu sabar dengan jalan mengutamakan sikap rendah hati)

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.